Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presidensi Rusia di DK PBB ‘Tamparan’ bagi Komunitas Internasional

📅 Minggu, 02 Apr 2023, 14:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Presidensi Rusia di DK PBB ‘Tamparan’ bagi Komunitas Internasional Doc: AP/Seth Wenig
Ket. Duta Besar Rusia untuk PBB Rusia Vasily Nebenzya memveto resolusi DK PBB yang mengutuk invasi Rusia ke Ukraina di sidang 25 Februari 2022.

KIEV - Ukraina pada Sabtu (1/4) menyebut presidensi Rusia di Dewan Keamanan PBB untuk bulan April sebagai "tamparan di wajah".

Rusia menjadi presiden DK PBB sebagai bagian dari rotasi bulanan di antara 15 negara anggota badan PBB tersebut.

Moskow terakhir memegang jabatan itu pada Februari 2022, ketika pasukannya melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan, masa jabatan Rusia dalam rotasi kepresidenan badan tersebut adalah "tamparan di muka komunitas internasional".

"Saya mendesak anggota DK PBB saat ini untuk menggagalkan setiap upaya Rusia menyalahgunakan jabatan kepresidenannya," katanya di Twitter, menyebut Rusia sebagai "penjahat DK PBB".

Meskipun Rusia tidak akan banyak berpengaruh pada keputusan, Rusia akan bertanggung jawab atas agenda di badan tersebut.

Moskow mengatakan, Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov berencana memimpin pertemuan DK PBB akhir bulan ini tentang "multilateralisme yang efektif".

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova juga mengatakan, Lavrov akan memimpin debat tentang Timur Tengah pada 25 April.

Ukraina menyerukan agar Rusia dikeluarkan dari Dewan Keamanan.

Dewan Keamanan

Amerika Serikat juga mengkritik keanggotaan Rusia di Dewan Keamanan dan statusnya sebagai anggota tetap.

"Sebuah negara yang secara terang-terangan melanggar Piagam PBB dan menginvasi tetangganya tidak memiliki tempat di Dewan Keamanan PBB," kata juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre sebelumnya.

"Sayangnya Rusia adalah anggota tetap Dewan Keamanan dan tidak ada jalur hukum internasional yang layak untuk mengubah kenyataan itu," tambahnya. Ia menyebut jabatan kepresidenan "sebagian besar posisi seremonial".

Negara-negara Baltik juga menyatakan keprihatinan mereka pada hari Sabtu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.