Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antisipasi Dampak Buruk, Pasien DM Perlu Deteksi Dini untuk Ketahui Adanya Penyakit Mata DME

📅 Minggu, 02 Apr 2023, 18:41 WIB | Oleh:
Antisipasi Dampak Buruk, Pasien DM Perlu Deteksi Dini untuk Ketahui Adanya Penyakit Mata DME Doc: ISTIMEWA
Ket. cek mata DM

JAKARTA - Prevalensi global penyakit matadiabetic macular edema(DME) diperkirakan mencapai 6,8 persen. Namun khususnya pada penderita diabetes mellitus (DM) tipe 2, prevalensi DME meningkat dari 3 persen (setelah 5 tahun terdiagnosis DM), menjadi 28 persen (setelah 20 tahun terdiagnosis DM.)

Penyakit mata ini menjadi penyebab utama gangguan penglihatan pada pasien DM. Sepanjang 219 hingga 2022 JEC Eye Hospitals and Clinics seluruh 13 cabangnya, telah telah menangani sekitar 10.000 pasien yang terdiagnosis DME.

Dokter Mata Subspesialis Vitreoretina JEC Eye Hospitals and Clinics, yang juga Direktur Medik JEC @ Menteng. DR. Dr. Soefiandi Soedarman, SpM(K), menerangkan, DME merupakan penebalan retina yang melibatkan atau mendekati bagian pusat macula. Hal ini terjadi karena akumulasi cairan eksudat yang terbentuk akibat kerusakan pada blood-retinal barrier pada lapisan endotel pembuluh kapiler retina.

"Umumnya disebabkan oleh hipoksia atau penurunan kadar oksigen dalam jaringan tubuh. Oleh karenanya mengingat makula berperan penting dalam penglihatan sentral, penglihatan warna, serta penglihatan detail, penderita DME sangat berisiko mengalami penurunan penglihatan, bahkan sampai kebutaan," katanya melalui keterangan tertulis Minggu (2/4).

Untuk mengantisipasi dampak buruk DME bagi penderita diabetes, deteksi dini dan penanganan tepat menjadi tahapan penting dalam mencegah progresivitas DME. Pasalnya DME juga merujuk pada komplikasi dari kondisi Retinopati Diabetik (Diabetic Retinopathy/DR) yang dipicu oleh kadar gula tinggi pada pasien diabetes sehingga mengakibatkan kerusakan pada pembuluh darah retina mata, terutama di jaringan-jaringan yang sensitif terhadap cahaya.

Meski demikian, munculnya DME dinilai terpisah dari tahapan retinopati atau tingkatan kerusakan pada retina. DME dapat ditemukan pada mata dengan retinopati di tahapan manapun, dan progress-nya berlangsung secara terpisah.

Ia menerangkan, pada tahap awal, umumnya pasien belum merasakan gejala klinis DME. Umumnya, penanganan utama DME pada pasien diabetes dilakukan dengan pengendalian glikemia, lipid dan fungsi renal. Pasien dengan gula darah terkontrol juga perlu untuk mengontrol lipid dengan baik.

"Peningkatan kadar lipid dalam darah bisa menjadi faktor risiko yang meningkatkan potensi DME. Sayangnya, beberapa studi memperlihatkan hasil yang konsisten antara profil lipid dengan progresivitas DR, termasuk terkait DME. Perlu penanda lain yang lebih akurat. Apolipoprotein mulai dilihat sebagai biomarker yang lebih kuat," lanjutnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.