Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengusaha Optimistis Hadapi Momentum Lebaran

📅 Sabtu, 01 Apr 2023, 08:25 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pengusaha Optimistis Hadapi Momentum Lebaran Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Pelaku usaha optimistis terhadap prospek kondisi industri pada enam bulan ke depan. Keyakinian itu terlihat dari Indeks Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Maret 2023 yang masih di level ekspansif.

Geliat konsumsi selama Ramadan menjadi salah satu momentum pendorong optimisme pelaku usaha. Kendatipun ada Surat Edaran Presiden yang melarang instansi pemerintah menyelenggarakan buka puasa bersama, itu tak mempengaruhi permintaan terhadap produk produk industri khususnya produk makanan dan minuman.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arif menyampaikan mayoritas pelaku usaha optimistis terhadap kondisi industri selama enam bulan ke depan. "Tingkat optimisme pelaku usaha terhadap kondisi usaha industri selama April sampai September masih cukup tinggi, yaitu 63,5 persen," ungkap Febri dalam konferensi persnya terkait Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Maret 2023 di Jakarta, Jumat (31/3).

Febri menjelaskan mayoritas responden yakin kondisi pasar akan membaik selama enam bulan ke depan. Selain itu, optimisme tersebut juga didukung oleh kepercayaan mereka terhadap kebijakan pemerintah pusat yang mereka anggap lebih baik.

Meskipun jumlah pelaku usaha yang menyatakan optimistis pada Maret 2023 meningkat. Namun, jumlah itu turun bila dibandingkan Februari 2023 sebanyak 64,3 persen.

Sementara itu, sebanyak 26,1 persen pelaku usaha menyatakan kondisi usaha mereka akan berada dalam kondisi stabil selama enam bulan ke depan. Angka tersebut naik bila dibandingkan Februari 2023 yang tercatat sebesar 24,9 persen.

Adapun jumlah responden yang mengaku pesimistis terhadap kondisi usaha selama enam bulan ke depan tercatat sebanyak 10,5 persen. Jumlah tersebut turun 0,3 persen dari capaian Februari 2023 yang sebanyak 10,8 persen.

Dalam kesempatan tersebut, Febri juga memaparkan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Maret 2023. IKI Maret 2023 melambat 0,45 poin bila dibandingkan Febuari 2023, yakni sebesar 51,87 poin. Namun, Febri mengatakan kondisi IKI Maret 2023 masih dalam fase ekspansi yang ditopang oleh 14 subsektor.

Tiga kontributor terbesar berasal dari Industri Makanan, Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia, serta Industri Kendaraan Bermotor, Trailer, dan Semi Trailer. Subsektor yang mengalami ekspansi berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) industri pengolahan migas 2022 sebesar 80,4 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.