Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transportasi Massal Topang Pertumbuhan Ekonomi

📅 Jumat, 31 Mar 2023, 08:34 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Transportasi Massal Topang Pertumbuhan Ekonomi Doc: istimewa

JAKARTA - Pemerintah mengaku terlambat membangun transportasi massal, seperti yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungannya ke Makassar, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu. Kondisi ini tentunya menghambat pertumbuhan ekonomi nasional karena mobilitas penduduk tak efisien.

Peneliti Ekonomi Center of Reform on Economics (Core), Yusuf Rendi Manilet, mengatakan pembangunan transportasi massal terutama di kota-kota besar di Indonesia belum serius dilakukan. Padahal, mobilitas masyarakat juga menjadi salah satu faktor penting dalam proses pembangunan ekonomi.

"Artinya, ketika mobilitas masyarakat dari satu titik kota ke titik kota yang lain bisa dijalankan secara baik, tentu ini akan berdampak positif terhadap proses pembangunan ekonomi itu sendiri secara tidak langsung," ungkap Yusuf di Jakarta, Kamis (30/3), merespons pernyataan Presiden soal lambatnya membangun transportasi publik.

Yusuf mencontohkan di satu kota tidak tersedia transportasi publik sehingga masyarakat akhirnya menggunakan kendaraan pribadi. Hal itu memicu beberapa potensi eksternalitas salah satu misalnya kemacetan.

"Dan ini juga kita saksikan di kota-kota besar, belum bagi masalah polusi yang dalam jangka panjang itu sebenarnya tidak begitu bagus bagi perkembangan lingkungan dan pada muaranya juga akan berdampak ke perekonomian," ujar Yusuf.

Dia mengatakan dalam konteks penyediaan transportasi massal terutama kereta api di Sulawesi, memang ini sudah waktunya mengingat Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi dengan perkembangan ekonomi bagus atau signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

"Tentu perkembangan pembangunan ekonomi di Sulawesi Selatan perlu ditopang salah satunya dengan penyediaan transportasi publik yang proper dan terjangkau oleh masyarakat secara luas," ujarnya.

Seperti dketahui, Presiden RI Joko Widodo mengakui pemerintah terlambat membangun angkutan transportasi massal berupa kereta api di kota-kota besar di Indonesia.

"Kita ini terlambat dalam membangun transportasi massal, padahal itu hal yang sangat basic yang akan menghubungkan antarkota dan kabupaten provinsi," kata Jokowi pada peresmian Depo Maros Kereta Api jalur Makassar-Parepare di Kabupaten Maros, Rabu (29/3).

Dia mengatakan jalur kereta api Makassar-Parepare di Sulawesi Selatan akan tersambung hingga ke bagian utara Sulawesi atau ke Manado, Sulawesi Utara.

Bangun Infrastruktur

Pemerhati Kebijakan Publik Institut Shanti Bhuana-Bengkayang Kalimantan Barat, Siprianus Jewarut, mengatakan keterlambatan Indonesia dalam membangun transportasi massal bukan hal yang baru, karena transportasi sangat bertalian dengan infrastruktur.

"Jadi kalau infrastruktur belum ada, otomatis transportasi tidak berjalan. Maka strategi pemerintahan Jokowi pada masa awal kepemimpinan mendorong pembangunan infrastruktur sudah on the track. Ketika di periode kedua fokus pembangunan pada soal trasnportasi ini menjadi langkah yang tepat," tegasnya.

Siprianus menegaskan infrastruktur dan transportasi membuka banyak peluang usaha baik itu lapangan kerja maupun mobilitas ekonomi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Perum Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan di Depok

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Megapolitan
Tangerang 10K Jadi Pintu Ma...
Megapolitan
102 Ribu Warga Depok Segera...
Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.