Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengenal Balaclava, Topeng Militer yang Kini Digandrungi Anak Muda Dunia

📅 Kamis, 30 Mar 2023, 15:33 WIB | Oleh:
Mengenal Balaclava, Topeng Militer yang Kini Digandrungi Anak Muda Dunia Doc: Via Instagram (@alexandria.masse)
Ket. Balaclava rajut.

Balaclava, sebuah penutup kepala yang juga dikenal sebagai topeng ski telah berkambang menjadi item fashion yang populer di kalangan anak muda.

Jika sebelumnya hanya penduduk di wilayah yang dingin seperti Eropa Timur, balaclava kini tengah menjadi tren yang digandrungi anak muda, khususnya mereka yang tinggal di New York Amerika Serikat.

Balaclava adalah jenis topi yang menutupi seluruh kepala dan leher, tapi terbuka di bagian wajah. Terbuat dari berbagai jenis bahan, seperti wol, fleece, yang dapat membuat penggunanya tetap hangat, balaclava semula diciptakan sebagai pelindung dari suhu dingin dan angin di wilayah yang dingin, terutama bagi tentara yang bertugas di medan perang.

Sejarah Balaclava

Secara historis, balaclava memang ditujukan untuk para tentara yang harus bertugas pada musim dingin. Nama balaclava sendiri diambil dari nama tempat di Semenanjung Krimea, Ukraina, yaitu kota pelabuhan Balaclava. Lokasi itu bukan lain adalah salah satu medan pertempuran selama Perang Krimea.

Pada abad ke-19, balaclava digunakan sebagai pelindung kepala dan leher oleh tentara Inggris yang bertugas di daerah tersebut. Semua itu bermula ketika pasukan Inggris mengalami kesulitan dalam menghadapi cuaca yang sangat dingin, terutama selama musim dingin Krimea yang sangat ekstrim.

Melansir CNN International, tentara Inggris tak dilengkapi dengan pakaian perang yang baik. Kabar itu lantas membuat wanita Inggris mulai merajut topi wajah penuh dan mengirimnya ke barak untuk melindungi diri dari suhu dingin dan angin yang bertiup kencang.

Setelah Perang Krimea usai, balaclava menjadi populer di kalangan tentara Eropa dan Amerika Utara. Selama Perang Dunia I dan II, balaclava juga digunakan oleh tentara di medan perang, terutama pada saat cuaca yang sangat dingin.

Tak butuh waktu lama, balaclava mulai digunakan oleh orang-orang yang berpartisipasi dalam olahraga musim dingin, seperti ski, snowboarding, dan hiking di daerah yang dingin pada tahun 1950-an.

Pada tahun 1970-an dan 1980-an, balaclava menjadi sangat populer di kalangan para pecinta motor. Balaclava digunakan sebagai alat perlindungan diri oleh para pengendara motor untuk melindungi diri dari angin dan debu yang bertiup kencang saat berkendara.

Balaclava sebagai fashion item

Kini, balaclava menjelma sebagai aksesoris fashion yang trendy, terutama di kalangan anak muda yang ingin tampil modis.

Menurut Rachel Tashjian, kritikus mode GQ, seperti dikutip Vogue, menjelaskan tren balaclava kemungkinan besar dimulai sekitar waktu ini pada tahun 2018 berkat label streetwear mewah Vetements, yang didirikan bersama oleh desainer Georgia Demna Gvasalia. Pasalnya, Demna mendandani Kim Kardashian dengan bodysuit hitam dan masker yang menutupi seluruh wajah Kim untuk Met Gala.

Pada saat itu, Vetements merilis koleksi yang dilengkapi dengan balaclava militan dan syal sutra berbunga-bunga yang melilit topi baseball.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.