Moneter AS Belum Stabil, Rupiah Terus Merosot
📅 Selasa, 28 Mar 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiKombinasi suku bunga yang tinggi di tengah perbankan yang tampak rapuh tentu dapat menimbulkan kesulitan-kesulitan seperti menambah beban bagi masyarakat maupun dunia bisnis karena syarat pinjaman menjadi makin ketat.
Akibatnya, aktivitas ekonomi pun semakin sulit untuk bergerak secara berkesinambungan. Bahkan, serial kenaikan suku bunga kini diyakini mempunyai kontribusi memunculkan krisis perbankan.
"Bila demikian maka perlu juga diantisipasi adalah kebijakan-kebijakan non suku bunga seperti apa yang akan dipakai oleh AS ke depan. Hal ini juga harus menjadi catatan bagi otoritas di Indonesia untuk berhati-hati dalam menggunakan instrumen suku bunga yang juga menuntut adanya kredibilitas dari pengambil kebijakan agar dapat dipercaya oleh masyarakat dan pelaku ekonomi lainnya," papar Aloysius.
Bersamaan dengan itu, tensi ketegangan politik di Eropa juga tak juga kunjung reda, sehingga menambah distabilitas ekonomi global yang berimplikasi pada ekspor Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain berdampak ke kurs, harga minyak di Asia juga ikut naik karena investor mempertimbangkan upaya otoritas mengendalikan sistem perbankan global. Minyak mentah berjangka Brent terkerek 77 sen atau 1,03 persen ke posisi 75,76 dollar AS per barel pada pukul 07.31 GMT. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS menguat 74 sen atau 1,03 persen ke level 70 dollar AS per barel.
Pendiri penyedia analisis pasar minyak Vanda Insights, Vandana Hari, mengatakan para trader mengamati sentimen di pasar keuangan, dan mengesampingkan faktor fundamental minyak.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!