Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini Alasan Mengapa Era Revolusi Industri 4.0 Belum Terwujud

📅 Senin, 27 Mar 2023, 13:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ini Alasan Mengapa Era Revolusi Industri 4.0 Belum Terwujud Doc: The Conversation/Shutterstock
Ket. Virtual reality adalah salah satu teknologi yang diharapkan dapat mendorong revolusi industri keempat.

Richard Markoff, International Institute for Management Development (IMD) dan Ralf Seifert, International Institute for Management Development (IMD)

Sudah hampir satu dekade sejak istilah revolusi industri keempat diciptakan, namun banyak orang yang belum pernah mendengarnya ataupun tahu apa yang dimaksud dengan istilah tersebut.

Industri 4.0 merupakan suatu upaya untuk menjelaskan bagaimana menghubungkan berbagai teknologi canggih dapat mengubah cara kita membuat sesuatu. Sebagai contohnya adalah menempatkan kecerdasan buatan (AI) ke dalam robot pabrik.

Meskipun tidak ada kesepakatan formal bahwa kita sedang hidup di era baru ini, namun hal ini merupakan tanda betapa pentingnya perkembangan dan potensi revolusi ini. Revolusi industri sebelumnya adalah: bangkitnya tenaga uap pada akhir abad ke-18, penggunaan listrik untuk menyalakan mesin pada akhir abad ke-19, dan pergeseran ke penggunaan alat elektronik digital yang dimulai pada tahun 1970-an.

Hal tersebut ditentukan oleh beberapa tanda yang jelas. Namun, terdapat banyak teknologi baru yang dapat diklaim sebagai bagian dari industri 4.0. Teknologi ini termasuk virtual reality (VR) yang bekerja pada bidang perakitan dan pencetakan 3D. Ada juga perkembangan yang kurang dikenal seperti kembaran digital - model virtual yang secara akurat mencerminkan perilaku objek fisik nyata seperti turbin angin atau mesin pesawat terbang.

Teknologi apa pun yang "pintar" atau "siber-fisik" - di mana batas antara dunia digital dan fisik menjadi kabur - dapat diklaim sebagai bagian dari revolusi industri keempat.

Namun, banyak perusahaan yang tampaknya lambat dalam memanfaatkan perkembangan ini. Di sini, kami akan menunjukkan mengapa hal tersebut bisa terjadi dan menjelaskan perubahan yang mungkin diperlukan untuk memastikan bahwa teknologi dapat memenuhi potensinya.

Sebuah Revolusi yang Terhenti?

Sebuah rantai pasokan menggambarkan keseluruhan sistem untuk memproduksi sebuah produk, dari bahan mentah hingga pengiriman barang jadi ke konsumen. Jadi, akan sangat berguna untuk melihat dampak teknologi industri 4.0 terhadap rantai ini.

Sulit untuk mengukur seberapa besar dampak teknologi tertentu terhadap perekonomian. Namun, satu hal yang bisa kita lakukan adalah melihat dampaknya terhadap para pengambil keputusan di perusahaan.

Salah satu dari kami (Ralf Seifert) baru-baru ini menerbitkan sebuah hasil dari survei yang dilakukan terhadap beberapa ratus eksekutif senior. Survei tersebut menanyakan pandangan para eksekutif tentang pengelolaan rantai pasokan.

Tak satu pun dari prioritas utama yang disebutkan oleh para eksekutif yang memiliki kaitan dengan industri 4.0. Teknologi yang menjadi perhatian utama yang sangat terkait dengan revolusi industri keempat, seperti AI, machine learning, internet of things, robotika, dan pencetakan 3D berada di urutan ketiga terbawah.

Pengamatan terhadap tren online juga menunjukkan bahwa penelusuran "industri 4.0" mencapai puncaknya pada tahun 2019, tetapi sejak saat itu turun ke tingkat yang jauh lebih rendah.

Mungkin ada beberapa kemungkinan alasan yang menyebabkan perusahaan-perusahaan tidak menerima industri 4.0 dengan baik. Pada tahun 2020, sebuah survei yang dilakukan oleh perusahaan akuntansi besar, KPMG, menunjukkan bahwa dari semua teknologi industri 4.0, hanya cloud computing yang telah mencapai tingkat implementasi yang lebih maju walau masih belum sepenuhnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Kebakaran Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kebakaran Meluas, Wisata Gu...
Nasional
MTQ Nasional XXXI Dibuka, M...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.