Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Putin Akan Menyebarkan Senjata Nuklir Taktis di Belarusia

📅 Minggu, 26 Mar 2023, 18:39 WIB | Oleh:
Putin Akan Menyebarkan Senjata Nuklir Taktis di Belarusia Doc: ANTARA/POOL/Mast Irham
Ket. Arsip Foto. Pemimpin Russia Presiden Vladimir Putin (kiri) berbincang dengan Presiden Xi Jinping sebelum mengikuti sesi KTT APEC ke-21 di Nusa Dua, Bali, Senin (7/10/2013).

MOSKOW - Presiden Russia, Vladimir Putin, pada Sabtu (25/3) mengatakan akan mengerahkan senjata nuklir taktis di negara tetangga sekaligus sekutunya Belarusia. Menempatkan senjata tersebut ke gerbang menuju Uni Eropa.

Dikutip dariThe Moscow Times, Putin sebelumnya telah mengeluarkan peringatan terselubung bahwa dia dapat menggunakan senjata nuklir di Ukraina jika Russia terancam, menghidupkan kembali kekhawatiran era Perang Dingin.

Dia juga mengatakan, akan mengerahkan amunisi depleted uranium jika Kyiv menerima persenjataan kontroversial dari Barat, mengikuti Inggris yang dapat memasok Ukraina jenis amunisi itu.

Putin mengatakan langkah untuk menyebarkan senjata nuklir taktis ke Belarusia "bukan hal yang aneh".

"Amerika Serikat telah melakukan ini selama beberapa dekade. Mereka telah lama menempatkan senjata nuklir taktis mereka di wilayah sekutu mereka," kata Putin.

Putin mengatakan dia berbicara dengan pemimpin Belarusia, Alexander Lukashenko, dan mengatakan mereka setuju untuk "melakukan hal yang sama".

Dia menambahkan Russia telah membantu melengkapi pesawat Belarusia tanpa melanggar perjanjian internasional tentang non-proliferasi nuklir. "Sepuluh pesawat siap untuk menggunakan senjata jenis ini," ujarnya.

Putin mengatakan Russia telah memberi Belarusiasebuah sistem rudal Iskander yang dapat membawa senjata nuklir.

Sebaiknya Anda baca juga:

Belarusia akan memulai pelatihan kru pada 3 April dan berencana untuk menyelesaikan pembangunan fasilitas penyimpanan khusus untuk senjata nuklir taktis pada 1 Juli. Putin juga mengatakan bahwa Russia akan menanggapi jika Barat memasok Ukraina dengan amunisi uranium.

"Russia tentu memiliki apa yang perlu dijawab. Tanpa melebih-lebihkan, kami memiliki ratusan ribu peluru seperti itu. Kami belum menggunakannya," tambah Putin dalam sebuah wawancara di televisi Russia.

"Senjata itu dapat diklasifikasikan sebagai yang paling berbahaya dan berbahaya bagi manusia, dan juga bagi lingkungan," ungkapnya.

Amunisi depleted uranium sangat efektif untuk menembus pelat baja, tetapi penggunaannya masih kontroversial. Logam itu beracun bagi tentara yang menggunakan senjata dan warga sipil di daerah tempat mereka ditembakkan.

Putin sebelumnya mengatakan ketegangan nuklir "meningkat" secara global tetapi mengatakan Moskow tidak akan mengerahkan lebih dulu.

Kampanye Internasional untuk Menghapuskan Senjata Nuklir (The International Campaign to Abolish Nuclear Weapons/ICAN) telah memperingatkan ancaman nuklir menciptakan rasa ketidakpastian yang berbahaya seputar kemungkinan penggunaannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

49 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.