Anjing Rakun Memicu Perdebatan Baru Soal Asal Usul Covid-19
📅 Jumat, 24 Mar 2023, 13:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/ ALFREDO ESTRELLA
PARIS - Bukti baru tentang anjing rakun berada di pasar Tiongkok tempat Covid diduga pertama kali menginfeksi manusia telah menghidupkan kembali perdebatan tentang asal usul pandemi.
Para peneliti yang secara tak terduga menemukan data genetik mengatakan bahwa data itu mendukung teori bahwa virus itu berasal dari hewan, mungkin pertama kali berpindah ke manusia di pasar di kota Wuhan.Namun tidak dapat membuktikan secara pasti.
Masalah ini terbukti memecah komunitas ilmiah, bahkan lembaga pemerintah AS. Beberapa berpendapat mengatakan bahwa virus tersebut kemungkinan bocor dari laboratorium Wuhan. Klaim yang dibantah keras oleh Tiongkok.
Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Covid, mengatakan, data baru itu "tidak memberi kita jawaban tentang bagaimana pandemi dimulai, tetapi memberikan lebih banyak petunjuk".
Data tersebut berasal dari swab yang dikumpulkan oleh tim Tiongkok pada Januari dan Februari 2020 di Pasar Makanan Laut Huanan, lokasi salah satu klaster Covid paling awal, sebelum ditutup dan dibersihkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peneliti internasional, termasuk seorang ahli biologi evolusi di badan penelitian CNRS Prancis Florence, Debarre, terkejut menemukan data di database sains global GISAID awal bulan ini.
Mereka berhasil mengunduh data tersebut sebelum dihapus dari GISAID atas permintaan peneliti Tiongkok yang pertama kali mengunggahnya.
Debarre dan rekannya memberi tahu WHO tentang penemuan mereka minggu lalu, ketika beberapa media mulai melaporkan keberadaan data tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Potongan Teka-teki
Minggu ini para peneliti menerbitkan sebuah laporan yang mengatakan, DNA dari sampel menunjukkan bahwa anjing rakun, musang palem, landak Amur, dan tikus bambu berada di pasar tersebut.
Anjing rakun, yang kerabat terdekatnya adalah rubah, secara khusus diketahui dapat membawa dan menularkan virus yang mirip dengan SARS-CoV-2, penyebab penyakit Covid.
Artinya, mereka bisa saja bertindak sebagai inang perantara antara manusia dan kelelawar, yang diduga sebagai asal mula Covid.
Beberapa sampel yang mengandung DNA anjing rakun juga positif SARS-CoV-2.
Namun karena sampel diambil dari lokasi di pasar dan bukan langsung dari hewannya, tidak mungkin membuktikan bahwa anjing rakun tersebut mengidap Covid.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!