Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Anjing Rakun Memicu Perdebatan Baru Soal Asal Usul Covid-19

📅 Jumat, 24 Mar 2023, 13:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Anjing Rakun Memicu Perdebatan Baru Soal Asal Usul Covid-19 Doc: AFP/ ALFREDO ESTRELLA
Ket. Ilustrasi- Seekor anjing rakun atau Tanuki (Nyctereutes procyonoides) di Kebun Binatang Chapultpec, Mexico City, Meksiko pada 9 Agustus 2015.

PARIS - Bukti baru tentang anjing rakun berada di pasar Tiongkok tempat Covid diduga pertama kali menginfeksi manusia telah menghidupkan kembali perdebatan tentang asal usul pandemi.

Para peneliti yang secara tak terduga menemukan data genetik mengatakan bahwa data itu mendukung teori bahwa virus itu berasal dari hewan, mungkin pertama kali berpindah ke manusia di pasar di kota Wuhan.Namun tidak dapat membuktikan secara pasti.

Masalah ini terbukti memecah komunitas ilmiah, bahkan lembaga pemerintah AS. Beberapa berpendapat mengatakan bahwa virus tersebut kemungkinan bocor dari laboratorium Wuhan. Klaim yang dibantah keras oleh Tiongkok.

Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Covid, mengatakan, data baru itu "tidak memberi kita jawaban tentang bagaimana pandemi dimulai, tetapi memberikan lebih banyak petunjuk".

Data tersebut berasal dari swab yang dikumpulkan oleh tim Tiongkok pada Januari dan Februari 2020 di Pasar Makanan Laut Huanan, lokasi salah satu klaster Covid paling awal, sebelum ditutup dan dibersihkan.

Peneliti internasional, termasuk seorang ahli biologi evolusi di badan penelitian CNRS Prancis Florence, Debarre, terkejut menemukan data di database sains global GISAID awal bulan ini.

Mereka berhasil mengunduh data tersebut sebelum dihapus dari GISAID atas permintaan peneliti Tiongkok yang pertama kali mengunggahnya.

Debarre dan rekannya memberi tahu WHO tentang penemuan mereka minggu lalu, ketika beberapa media mulai melaporkan keberadaan data tersebut.

Potongan Teka-teki

Minggu ini para peneliti menerbitkan sebuah laporan yang mengatakan, DNA dari sampel menunjukkan bahwa anjing rakun, musang palem, landak Amur, dan tikus bambu berada di pasar tersebut.

Anjing rakun, yang kerabat terdekatnya adalah rubah, secara khusus diketahui dapat membawa dan menularkan virus yang mirip dengan SARS-CoV-2, penyebab penyakit Covid.

Artinya, mereka bisa saja bertindak sebagai inang perantara antara manusia dan kelelawar, yang diduga sebagai asal mula Covid.

Beberapa sampel yang mengandung DNA anjing rakun juga positif SARS-CoV-2.

Namun karena sampel diambil dari lokasi di pasar dan bukan langsung dari hewannya, tidak mungkin membuktikan bahwa anjing rakun tersebut mengidap Covid.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

19 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.