Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Percepat Atasi Kekerdilan Anak, Menko PMK: Posyandu Berperan Penting dalam Penanganan Stunting

📅 Kamis, 23 Mar 2023, 01:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Percepat Atasi Kekerdilan Anak, Menko PMK: Posyandu Berperan Penting dalam Penanganan Stunting Doc: ANTARA/HO-Humas Kemenko PMK
Ket. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Jakarta - Percepat atasi kekerdilan anak. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menekankan bahwa posyandu berperan penting dalam upaya penanganan stunting.

"Posyandu dapat melakukan deteksi dini terkait tumbuh kembang anak dan memantau kondisi kesehatan anak," kata Muhadjir Effendy dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Untuk itu, Menko PMK meminta pemerintah daerah untuk terus memperkuat peran posyandu guna mendukung program percepatan penurunan prevalensi stunting.

"Pemda dapat melakukan penambahan posyandu serta mengoptimalkan pelatihan bagi para kader di desa khususnya terkait pengukuran tinggi badan dan berat badan bayi secara akurat," katanya.

Pelatihan kader kesehatan mulai dari bidan desa, penggerak PKK, dan tenaga kesehatan lainnya, kata Muhadjir merupakan hal yang sangat penting guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Muhadjir menambahkan bahwa pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah mulai membagikan alat timbangan dan antropometri terstandar ke seluruh posyandu.

Hal itu, kata dia, bertujuan agar metode pengukuran setiap anak di daerah menggunakan disiplin cara yang sama, termasuk metode pelaporan yang sama.

"Setelah alat antropometri ini sudah terpenuhi semua, maka cakupan penimbangan dan pengukuran di daerah diharapkan bisa mencapai 90 persen dan datanya juga dapat lebih akurat," katanya.

Prevalensi stunting di Indonesia saat ini berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) adalah 21,6 persen. Sementara pemerintah menargetkan prevalensi stunting bisa turun menjadi 14 persen pada tahun 2024.

Sementara itu, ahli epidemiologi lapangan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dr. Yudhi Wibowo mengatakan posyandu dapat menjadi salah satu garda terdepan dalam program percepatan penurunan stunting di Indonesia.

"Selain melakukan deteksi dini, posyandu juga berperan dalam menggencarkan sosialisasi mengenai upaya mencegah stunting kepada para orang tua melalui pola hidup sehat dan pola konsumsi keluarga, mengingat posyandu dapat menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.