Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Helikopter Tiongkok yang akan Datang Bisa Punya Sayap

📅 Selasa, 21 Mar 2023, 07:02 WIB | Oleh:
Helikopter Tiongkok yang akan Datang Bisa Punya Sayap Doc: Istimewa
Ket. Setengah helikopter, setengah pesawat, inovasi yang diprediksi dapat menambah kekuatan militer Tiongnok yang berkembang pesat.

BEIJING - Tiongkok baru-baru ini dilaporkan sedang mengembangkan helikopter futuristik yang menggabungkan sayap dan rotor.

Menurut perancang helikopter serang Tiongkok, CAIC Z-10, Wu Ximing, helikopter yang misterius itu sedang dibangun.

"Pesawat baru itu dapat menambah kekuatan militer Tiongkok yang berkembang pesat," ungkapnya, dikutip dari Popular Mechanics.

"Kalau bicara produk helikopter, jangan asal mengembangkan apa yang dimiliki negara asing. Sebaliknya, kita harus mengembangkan apa yang paling sesuai dengan negara kita," kata Wu.

Wu tidak mengungkapkan detail helikopter baru tersebut, tetapi model konsep menunjukkan perpaduan yang ramping antara helikopter dan pesawat terbang. Gambar model menunjukkan dua set rotor di atas pesawat serta baling-baling di sayap.

"Itu harus berintegrasi dengan perkembangan Tiongkok saat ini dan masa depan, bersama dengan perkembangan teknologi, agar sesuai dengan perkembangan 20 sampai 30 tahun ke depan. Kita harus secara akurat menilai dan menemukan posisi," kata Wu seperti ditulis surat kabar milik pemerintah, Global Times.

Secara terpisah, Amerika Serikat (AS) juga sedang mengerjakan proyek hybrid helikopter-pesawat generasi berikutnya dan beberapa gambar dari Pesawat Serbu Jarak Jauh Masa Depan (Future Long Range Assault Aircraft/FLRAA) yang diusulkan sangat mirip dengan yang ada di Tiongkok.

FLRAA adalah pesawat tiltrotor yang menawarkan kecepatan rencana dengan kemampuan pendaratan vertikal helikopter. FLRA akan menggantikan sebagian dari armada UH-60 Black Hawk yang telah berfungsi sebagai helikopter utilitas dan transportasi taktis Angkatan Darat sejak 1979.

Armada Tiongkok berkembang

Industri pesawat terbang buatan Tiongkok tumbuh karena ketegangan memanas di Taiwan. Kepemimpinan negara itu mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk meningkatkan pengeluaran militer lebih dari tujuh persen tahun ini, sambil memperingatkan ancaman yang "meningkat".

Angkatan Laut AS dan pesawat Tiongkok baru-baru ini telah terlibat pertemuan yang menegangkan. Sebuah pesawat pengintai P-8A Poseidon Angkatan Laut AS yang terbang di atas Selat Taiwan dicegat oleh jet Tiongkok bersenjata lengkap. Pesawat tempur Tiongkok itu mengawal pesawat AS selama 15 menit sebelum berbalik arah.

Menurut Sascha Brodsky, jurnalis lepas yang berbasis di New York City dan lulusan Sekolah Pascasarjana Jurnalisme Universitas Columbia, pesawat AS mungkin akan segera harus bersaing dengan pesawat tempur kapal induk Tiongkok yang baru.

Sebuah video perekrutan untuk angkatan bersenjata menampilkan jenis pesawat siluman baru yang oleh beberapa pengamat disebut J-35. Desain aerodinamis menampilkan jenis sayap lipat yang praktis untuk dipasang di geladak kapal induk yang penuh sesak.

"Pesawat tempur Tiongkok masa depan dapat menggunakan kemampuan generasi keenam termasuk siluman. Desain pesawat tempur yang baru-baru ini terlihat tampaknya tidak memiliki ekor dan mungkin dapat menggunakan senjata energi dan rudal hipersonik," ungkap pengamat teknologi ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.