Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pencipta ChatGPT Ungkap AI Berbahaya, Bisa Mengungguli Manusia

📅 Senin, 20 Mar 2023, 15:26 WIB | Oleh:
Pencipta ChatGPT Ungkap AI Berbahaya, Bisa Mengungguli Manusia Doc: RT/AP/Stephen Brashear
Ket. Sam Altman berbicara kepada wartawan di Redmond, Washington, AS pada 7 Februari 2023.

JAKARTA - Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berpotensi menggantikan pekerja, menyebarkan "disinformasi", dan mengaktifkan serangan siber, kata CEO OpenAI Sam Altman. Program GPT OpenAI terbaru dapat mengungguli manusia dalam ujian-ujian simulasi.

"Kita harus berhati-hati,"kata Altman kepada ABC News pada Kamis lalu, dua hari setelah perusahaannya meluncurkan model bahasa terbarunya yang diberi nama GPT-4, seperti dikutip RT.

Menurut OpenAI, model tersebut "menunjukkan tingkat kinerja manusia di berbagai tolok ukur profesional dan akademik," dan mampu lulus ujian AS yang disimulasikan dengan skor 10% teratas, sementara tampil di persentil ke-93 pada ujian membaca SAT dan di persentil ke-89 pada tes matematika SAT.

"Saya sangat khawatir model ini digunakan untuk disinformasi skala besar,"kata Altman."Sekarang model-model ini semakin lebih baik dalam menulis kode komputer, (model-model ini) dapat digunakan untuk serangan siber ofensif."

"Saya pikir, orang-orang seharusnya senang kami agak takut akan hal ini," Altman menambahkan, sebelum menjelaskan bahwa perusahaannya sedang berupaya menerapkan "batas keamanan" pada ciptaannya.

"Batas keamanan"inibaru-baru ini menjadi jelas bagi pengguna ChatGPT, program chatbot populer berdasarkan pendahulu GPT-4, yakni GPT-3.5.

Saat ditanya, ChatGPT biasanya menawarkan respons liberal untuk pertanyaan yang melibatkan politik, ekonomi, ras, atau gender. Namun menolak, misalnya, membuat puisi yang mengagumi Donald Trump, tetapi rela menulis prosa yang mengagumi Joe Biden.

Altman mengatakan kepada ABC News bahwa perusahaannya melakukan"kontak rutin"dengan pejabat pemerintah, tetapi tidak merinci apakah pejabat tersebut berperan dalam membentuk preferensi politik ChatGPT.

Dia bilang OpenAI memiliki tim pembuat kebijakan yang memutuskan"apa yang menurut kami aman dan baik"untuk dibagikan kepada pengguna.

Saat ini, GPT-4 tersedia untuk sejumlah pengguna terbatas sebagai uji coba.Laporan awal menunjukkan bahwa model tersebut secara signifikan lebih kuat dari pendahulunya, dan berpotensi lebih berbahaya.

Di utas Twitter pada Jumat lalu, profesor Universitas Stanford Michal Kosinski menjelaskan bagaimana dia bertanya kepada GPT-4 apakah bisa membantunya "melarikan diri", hanya untuk AI yang memberinya serangkaian instruksi terperinci yang konon akan memberinya kendali atas komputernya.

Kosinski bukan satu-satunya penggemar teknologi yang khawatir dengan meningkatnya kekuatan AI.CEO Tesla dan Twitter Elon Musk menggambarkan AI sebagai"teknologi berbahaya". "Kami memerlukan semacam otoritas pengatur yang mengawasi pengembangan AI dan memastikannya beroperasi untuk kepentingan publik."

Meskipun Altman bersikeras bahwa GPT-4 masih"dalam kendali manusia",dia mengakui modelnya akan"menghilangkan banyak pekerjaan saat ini", manusia"perlu terus menerus mencari cara untuk memperlambat teknologi ini."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Naomi Siap Hadapi Elise Mertens

12 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Olahraga
Crysencio Summerville
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.