Ingin Optimalkan Digital Marketing, Berikut Tipsnya
📅 Senin, 20 Mar 2023, 17:59 WIB | Oleh: Mohammad Zaki Alatas
Doc: Istimewa.
JAKARTA - Untuk menarik minat konsumen, diperlukan pemasaran yang menarik melalui platform digital. Karena itu, optimalisasi digital marketing perlu dilakukan.
CEO ToffeeDev dan Toffee Events sekaligus inisiator dari SEOCon 2023, Ryan Kristo Muljono, membagikan beberapa insight dan informasi seputar strategi untuk optimalisasi budget digital marketing.
Secara spesifik, Ryan membahas perbedaan traditional, digital marketing, dan performance marketing serta cara memilih strategi marketing dan media dan peran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sebelum melakukan promosi, setiap bisnis harus memiliki pondasi yang baik terlebih dahulu. Penting juga bagi bisnis untuk terus bereksperimen dan melakukan percobaan (produk). Namun, kebanyakan orang memulai strategi marketing dari cara yang kurang tepat," kata Ryan dalam acara Power Lunch bertajuk "Stop Wasting Your Marketing Budget" di keterangan tertulisnya Senin (20/3).
Dia juga menekankan dunia marketing kini sudah memasuki era baru dan AI akan mengubah industri marketing. Sejatinya, tidak ada produk bisnis yang buruk, tetapi semua bergantung pada cara pemasarannya.
Dalam kesempatan ini, Ryan menjelaskan performance marketing framework dari "Digital Marketing Activation", yaitu program yang dapat membantu praktisi marketing atau perusahaan untuk mendapatkan lebih banyak klien hingga sepuluh kali lipat dengan budget yang efisien.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Secara garis besar, proses pemasaran dimulai dengan mempersiapkan produk, menargetkan audiens yang tepat, dan merancang penawaran yang menarik dan sesuai dengan target. Teknik pemasaran yang akan dilakukan mencakup paid advertising, organic traffic, dan social media communication," katanya.
Dilansir Forbes, beberapa strategi yang dapat digunakan untuk menunjang performance marketing adalah AI dan otomatisasi (seperti chatbot dan automated email campaign), contextual advertising, dan teknologi seperti visual search dan Augmented Reality (AR) serta Virtual Reality (VR). Hal ini senada dengan pernyataan Ryan mengenai prediksi tren marketing pada 2023.
"Tren utama yang perlu kita semua perhatikan di tahun 2023 ini dalam dunia marketing adalah AI, programmatic advertising, serta fokus pada local Search Engine Optimization (SEO), metaverse, serta video marketing," ujar Ryan.
Teknologi AI, katanya, sendiri memang memicu banyak perdebatan mengenai sisi baik dan buruknya. Meski kehadiran AI dianggap mengancam beberapa sektor bisnis karena dapat menggantikan peran manusia, di sisi lain banyak kelebihan dari AI yang akan mempermudah bisnis. Salah satunya adalah proses pengambilan dan pengolahan data.
Sementara CEO dari Doxa Digital, Viktor Iwan memaparkan proses pelanggan dalam mencari hingga menentukan pilihan produk cukup berliku. Menurutnya, untuk bisa unggul di pasaran, pemilik bisnis harus mengerti cara untuk memenangkan 'The Messy Middle' model, yaitu sebuah model yang dapat memetakan pengambilan keputusan oleh user.
"Dalam hal ini, secara spesifik dalam bidang pembelian produk. 'The Messy Middle' memiliki beberapa tahapan, mulai dari trigger, exposure, exploration dan evaluation, serta experience, sebelum konsumen melakukan purchase," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!