Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

1690-1730, Era Keemasan Bajak Laut

📅 Senin, 20 Mar 2023, 06:15 WIB | Oleh:

Tidak adanya aparat pemerintah kolonial berarti pulau-pulau itu menjadi hampir sepenuhnya tanpa hukum. Perompakan terjadi sampai sekitar 1720 ketika para gubernur mulai secara aktif mengejar perompak seperti perompak Bartholomew Roberts (1682-1722).

Pulau Madagaskar, 400 kilometer di lepas pantai Afrika selatan, juga menjadi surga bajak laut terpenting di Samudra Hindia. Tempat lainnya adalah Pulau St Mary, Pulau Johanna, Mathelage, Pulau Réunion, dan Mauritius.

Pada 1645, Inggris berusaha untuk menguasai Madagaskar tetapi gagal. Begitu pula Prancis yang menghentikan upaya mereka pada 1674. Menjadi tempat yang aman membuat bajak laut Karibia mulai menggunakan Madagaskar sebagai pangkalan sejak 1680-an. Mereka menyadari potensi keuntungan merompak kapal-kapal yang melintasi Samudra Hindia.

Keberadaan perompak di Madagaskar diuntungkan oleh perang suku yang sedang berlangsung. Artinya tidak ada satu pun kelompok pribumi yang mendominasi pulau itu dan berusaha menyingkirkan orang asing. Sebaliknya, bajak laut disambut sebagai sumber senjata api dan sebagai pelanggan untuk membeli atau memperdagangkan budak.

Perompak dapat memanfaatkan banyak pelabuhan tersembunyi di pulau yang juga kaya akan air tawar, daging, dan buah. Dari sini, perompak menyerang kapal harta karun Kerajaan Portugis serta kapal peziarah kaya negara bagian India. Banyak juga berlayar kapal dagang bermuatan berat yang berlayar kembali ke Eropa dari Asia, kebanyakan dimiliki oleh Perusahaan Hindia Timur Prancis, Belanda, dan Inggris.

Pada awal abad ke-17, ada sekitar 1.500 perompak bercokol di Madagaskar. Bajak laut zaman keemasan terkenal yang pernah menggunakan Madagaskar sebagai basis operasi dalam karier kejahatan mereka termasuk Henry Every Edward England, Thomas Tew, dan Kapten Kidd (1645-1701).

Ketika pembajakan menjadi jauh lebih sulit berkat peningkatan kehadiran Angkatan Laut Kerajaan Inggris, sebagian besar perompak menjadi pemukim di pulau itu, meskipun tidak terlalu berhasil. Pengunjung pulau pada 1711 mencatat, komunitas Eropa di sana sangat miskin, jauh dari citra romantis yang dipromosikan oleh pers Inggris dan literatur tentang raja bajak laut yang hidup dalam kemewahan dan pengabaian sembarangan di pulau tropis. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.