Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Satwa Baning Coklat dan Buaya Muara Huni SM Padang Sugihan

📅 Minggu, 19 Mar 2023, 20:32 WIB | Oleh:
Satwa Baning Coklat dan Buaya Muara Huni SM Padang Sugihan Doc: ANTARA/HO
Ket. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Bambang Hendroyono melepasliarkan buaya muara ke SM Padang Sugihan, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Minggu (19/3).

OKI - Satu ekor satwa baning coklat dan tiga ekor buaya muara menjadi penghuni baru Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Minggu.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Bambang Hendroyono mengatakan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan mendapatkan empat jenis satwa itu dari warga.

Sebelum dilepaskan kembali ke hutan, keempat satwa bernama latin Manouria emys dan Crocodylus porosus tersebut menjalani perawatan dan pemeriksaan kesehatan.

Satwa dilindungi itu diharapkan bisa tumbuh dan berkembang biak dengan baik di SM Padang Sugihan, yang termasuk wilayah konsesi PT OKI Pulp & Paper Mills - APP Sinar Mas.

"Kawasan hutan itu juga wilayah konservasi gajah sumatera yang pengelolaannya melibatkan perusahaan. Sehingga dapat terpantau bisa berkembang biak dengan baik," kata Bambang.

Kunjungan ini juga memastikan keberadaan petugas dilapangan melalui pelaksanaan RBM di Balai KSDA Sumatera Selatan terus berjalan dan ditingkatkan teknologi dan inovasi dalam kelola kawasan dan biodiversity khususnya dalam penanganan gajah liar di SM Padang Sugihan.

"Hari ini ada satu unit GPS dari APP Sinar Mas kepada BKSDA Sumatera Selatan untuk penanganan gajah sumatera liar," kata dia, sebelumnya sudah ada pemasangan kalung GPS Collar untuk dua kelompok gajah setempat yang diterima BKSDA Sumatera Selatan Mei 2022.

Sementara itu, Chief Sustainability Officer APP Sinar Mas Elim Sritaba mengatakan GPS Collar membantu mitigasi konflik antara manusia dan satwa gajah terutama masyarakat di sekitar.

Teknologi itu dapat memantau pergerakan satwa dilindungi tersebut secara real time di koridor jelajah untuk memastikan keamanannya.

Saat ini setidaknya ada 48 gajah liar di koridor gajah dalam wilayah konsesi SM Padang Sugihan.

Di koridor gajah sumatera tersebut telah dilakukan penanaman tumbuhan pakan, pengayaan jenis pohon lokal, dan penyediaan tempat menggaram bagi gajah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Kemenkes Perluas Cek Kesehatan Gratis

19 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenkes Perluas Cek Keseha...

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.