Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Biden Serukan Hukuman yang Lebih Keras bagi Eksekutif Bank Gagal

📅 Sabtu, 18 Mar 2023, 13:23 WIB | Oleh:
Biden Serukan Hukuman yang Lebih Keras bagi Eksekutif Bank Gagal Doc: AP/Evan Vucci
Ket. Presiden Joe Biden berbicara saat bertemu Taoiseach Leo Varadkar dari Irlandia di Gedung Putih, Washington, Jumat, 17 Maret 2023. Biden pada hari Jumat meminta Kongres mengizinkan regulator menjatuhkan hukuman lebih keras kepada para eksekutif bank yang gagal, termasuk mencakar kembali kompensasi dan membuatnya lebih mudah melarang mereka bekerja di industri tersebut.

WASHINGTON - Presiden AS Joe Biden pada Jumat (17/3) meminta Kongres agar mengizinkan regulator menjatuhkan hukuman lebih keras kepada para eksekutif bank yang gagal, termasuk menarik kembali kompensasi dan membuatnya lebih mudah untuk melarang mereka bekerja di industri perbankan.

Dilaporkan the Associated Press, Biden ingin Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) dapat memaksa pengembalian kompensasi yang dibayarkan kepada para eksekutif di berbagai bank jika mereka gagal, dan menurunkan ambang batas bagi regulator untuk mengenakan denda dan melarang para eksekutif bekerja di bank lain.

Dia meminta Kongres memberikan FDIC kekuatan tersebut setelah kegagalam Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank menimbulkan gelombang kejutan di industri perbankan global.

"Memperkuat akuntabilitas adalah penangkal yang penting untuk mencegah salah urus di masa mendatang," kata Biden dalam sebuah pernyataan."Kongres harus bertindak untuk menjatuhkan hukuman lebih keras bagi para eksekutif senior bank yang kesalahan manajemennya menyebabkan kegagalan institusi mereka."

Saat ini FDIC hanya dapat menarik kembali kompensasi para eksekutif di bank-bank terbesar di negara ini, dan hukuman lain kepada para eksekutif membutuhkan "kecerobohan" atau bertindak dengan "sengaja atau terus mengabaikan" untuk kesehatan bank mereka.Biden ingin Kongres mengizinkan regulator menjatuhkan hukuman bagi eksekutif yang "lalai" - ambang batas hukum yang lebih rendah.

Kongres sudah mulai membahas akibat dari kegagalan bank.

Pada Jumat (17/3), Komite Jasa Keuangan DPR, Maxine Waters, perwakilan dari California, mengatakan dalam sebuah surat kepada regulator bahwa sementara dia menyusun undang-undang untuk memberi otoritas lebih banyak kepada regulator, "sangat penting bahwa agensi Anda bertindak sekarang untuk menyelidiki kegagalan bank ini dan menggunakan alat penegakan yang Anda miliki untuk meminta pertanggungjawaban penuh para eksekutif atas aktivitas yang salah."

Departemen Kehakiman, Komisi Keamanan da Pertukaran, Federal Reserve, regulator negara bagian California dan beberapa komite kongres telah mengumumkan bentuk-bentuk penyelidikan atas kegagalan bank SVB.

Selain itu, sekelompok Senat Demokrat pada hari Kamis memperkenalkan Deliver Executive Profits on Seized Institutions to Taxpayers Act, yang akan menarik kembali keuntungan yang dihasilkan oleh para eksekutif bank atas penjualan saham dan bonus kompensasi yang diperoleh dalam waktu 60 hari setelah kegagalan bank.

Senator Jack Reed (DR.I.) dan Chuck Grassley (R-Iowa) memperkenalkan kembali undang-undang untuk memperkuat kemampuan SEC untuk menindak pelanggaran undang-undang sekuritas.

Gedung Putih menyoroti laporan bahwa CEO SVB Gregory Becker menjual saham senilai 3 juta dolar di bank pada hari-hari sebelum keruntuhannya. Biden ingin FDIC memiliki wewenang untuk mengejar kompensasi itu.

Penutupan SVB pada 10 Maret dan Signature Bank New York dua hari kemudian telah menghidupkan kembali kenangan buruk tentang krisis keuangan yang menjerumuskan Amerika Serikat ke dalam Resesi Hebat sekitar 15 tahun lalu.

Selama akhir pekan pemerintah federal bertekad untuk memulihkan kepercayaan publik pada sistem perbankan, bergerak untuk melindungi semua simpanan bank, bahkan simpanan yang melebihi batas FDIC 250.000 dolar per rekening individu.

Senator Sherrod Brown, Demokrat Ohio, yang mengepalai Komite Perbankan, menyambut seruan Biden untuk tindakan kongres. Ia menyatakan dalam email bahwa komitenya "akan melihat semua cara untuk melindungi uang keluarga pekerja dari taruhan berisiko yang tidak terbayarkan di Silicon Valley atau di Wall Street.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.