Terobosan Ilmiah, ‘Biobanking’ Selamatkan Satwa Langka dari Kepunahan
📅 Jumat, 17 Mar 2023, 10:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/San Diego Zoo
Pangda Sopha Sushadi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Platform Keanekaragaman Hayati dan Jasa Ekosistem Antarpemerintah (IPBES) pada 2019 memprediksi sekitar sejuta spesies akan punah pada 2050 akibat perubahan iklim dan deforestasi. Adapun kelompok yang paling terancam adalah vertebrata (hewan bertulang belakang) dengan risiko kepunahan 61.8% dari seluruh jenis yang tercatat di daftar merah Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN).
Jumlah ini merupakan yang tertinggi dalam beberapa ratus tahun terakhir, sehingga banyak ilmuwan menduga bumi sedang menuju ke fase kepunahan massal keenam.
Jika itu terjadi, keseimbangan bumi akan terganggu. Kegiatan ekonomi, ketahanan pangan, kesehatan, dan ketahanan bencana kita juga menjadi taruhannya.
Para ilmuwan pun mencari metode baru untuk mencegah kepunahan satwa liar di dunia. Salah satunya melalui pendirian bank hayati atau jamak disebut biobanking guna mengumpulkan materi genetik spesies satwa liar yang terancam punah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Biobank adalah istilah teknis untuk arsip materi biologis seperti darah, jaringan, sel tubuh, gamet, dan lainnya. Aktivitas biobanking telah dimulai sejak era Perang Sipil Amerika pada abad ke-19 untuk studi kedokteran militer dan penemuan obat-obatan baru.
Kegiatan ini awalnya terbatas pada manusia, hingga pada 1972, Kebun Binatang San Diego mendirikan Frozen Zoo untuk menyimpan materi genetik satwa beku. Ini menjadi cikal bakal bank hayati satwa liar.
Manfaat Bank Hayati untuk Satwa Liar
Sebaiknya Anda baca juga:
Biobanking satwa liar berfokus pada pengumpulan, penyimpanan, dan pengawetan materi genetik dari spesies terancam punah. Materi ini dapat berupa sampel DNA, jaringan, darah, sel sperma ataupun sel telur. Materi tersebut disimpan dalam nitrogen cair dengan suhu -196 °C.
Dengan teknik ini, para ilmuwan dapat menyelamatkan materi genetik satwa yang terancam punah karena kerusakan habitat, penyakit, atau faktor lainnya tanpa batasan waktu.
Salah satu manfaat utama biobanking satwa liar adalah menyediakan jaring pengaman bagi spesies terancam punah.
Jika spesies tersebut benar-benar punah di alam liar, materi genetik yang tersimpan dapat digunakan untuk menciptakan populasi baru, sehingga menyelamatkan spesies tersebut dari kepunahan permanen.
Leibniz Institute for Zoo and Wildlife Research di Jerman tengah menjajal langkah ini untuk memulihkan populasi badak putih utara (Ceratotherium simum cottoni) yang tidak lagi memiliki pejantan hidup. Berbekal koleksi sperma pejantan spesies di biobank dan teknik "bayi tabung", para peneliti berhasil memproduksi 14 embrio yang siap ditanamkan dalam badak-badak betina.
Meski masih kontroversial, beberapa ilmuwan bahkan berupaya menghidupkan kembali spesies yang sudah lama punah seperti mamut berbulu (Mammuthus primigenius) dan merpati penumpang (Ectopistes migratorius) dengan rekayasa genetika menggunakan materi yang tersimpan di biobank.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!