Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trowulan, Situs yang Jadi Saksi Bisu Kemegahan Majapahit

📅 Senin, 13 Mar 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Trowulan, Situs yang Jadi Saksi Bisu Kemegahan Majapahit Doc: Istimewa

Dari situs Trowulan, sisa-sisa Kerajaan Majapahit dapat dilacak. Bangunan megah yang ada dibangun sebagai fasilitas bagi keluarga raja dan juga penghargaan kepada raja.

Di Nusantara pernah berdiri kerajaan Majapahit yang kekuasaannya sangat luas. Menurut kakawin atau puisi yang ditulis dalam bahasa Jawa kuno Negarakertagama, kekuasaannya terbentang dari Jawa, Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, Filipina (Kepulauan Sulu), Manila (Saludung), Sulawesi, Papua, dan lainnya.

Kerajaan Majapahit yang berdiri antara 1293-1527 didirikan oleh Raden Wijaya menantu dari Raja Singasari bernama Kertanegara. Tanggal pasti yang digunakan sebagai tanggal kelahiran Kerajaan Majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya sebagai raja, yaitu tanggal 15 bulan Kartika tahun 1215 Saka yang bertepatan dengan tanggal 10 November 1293.

Masa keemasan kerajaan ini berada di bawah Raja Hayam Wuruk (1350-1389) dengan maha patihnya yang terkenal, Gajah Mada. Kerajaan monarki terbesar yang pernah berkuasa di Nusantara ini bercorak Hindu-Buddha, jika dilihat dari peninggalan-peninggalannya.

Dalam kitab perjalanan Yingyai Shenglan dari Tiongkok, yang ditulis oleh anak buah Kapiten Cheng Ho bernama Ma Huan, disebutkan Man-The-Po-I (Majapahit) merupakan kota yang sangat besar tempat raja bermukim. Dari sini ada kemungkinan kota yang dimaksud adalah situs Trowulan tempat berbagai temuan benda purbakala dari era itu berada.

Di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, banyak ditemukan struktur-struktur besar (candi, makam, petirtaan, dan kolam). Situs ini mencakup wilayah sekitar 5 kilometer kali 5 kilometer yang dipotong oleh jalan negara yang menghubungkan Kota Jombang dan Surabaya.

Namun demikian, temuan-temuan yang terpendam diketahui berada di luar kawasan tersebut dan mencakup kawasan lebih luas dengan ukuran 11 kilometer kali 9 kilometer, hingga mencakup pula wilayah timur Kabupaten Jombang. Bahkan sampai saat ini masih banyak ditemukan peninggalan baru di kawasan ini.

Di situs Trowulan yang telah terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 2009, bisa dijumpai peninggalan Kerajaan Majapahit yang tersebar di berbagai lokasi. Peninggalan itu antara lain Candi Bajang Ratu, Candi Brahu, Candi Tikus, Candi Kedaton, Kolam Segaran, dan Makam Putri Campa, dan lainnya.

Salah satu yang menjadi ikon dari Trowulan adalah Candi Bajangratu sebuah candi berbentuk pintu gerbang tipepaduraksaatau gapura beratap. Bangunan candi yang berada di Dukuh Kraton, Desa Temon, jaraknya sekitar 3,5 kilometer dari Candi Wringin Lawang dan sekitar 600 meter dari Candi Tikus.

Menurut laman Perpustakaan Nasional, candi ini masih menyimpan banyak hal yang belum diketahui secara pasti, seperti raja yang memerintahkan, tahun pembuatan, fungsinya dan aspek lainnya. Candi ini dari batu bata ini pertama kali disebut dalamOudheidkundig Verslag(OV) atau Laporan Arkeologi dari pemerintah Belanda pada 1915.

Semantara itu menurut arkeolog Sri Soeyatmi Satari menduga nama Candi Bajangratu ada hubungannya dengan Raja Jayanegara dari Majapahit yang dinobatkan sebagai raja ketika masih kecilataubajang. Hal ini diperkuat oleh Kitab Pararaton yang berisi sejarah raja-raja Singasari dan Majapahit. Disebut Jayanegara dinobatkan sebagai raja saat masih berumur belia.

Fungsi Bajangratu untuk menghormati raja muda Jayanegara itu. Dasar perkiraan ini adalah adanya relief Sri Tanjung di bagian kaki gapura yang menggambarkan cerita peruwatan yang biasanya untuk memohon perlindungan keselamatan bagi seorang anak. Relief peruwatan ditemukan juga pada Candi Surawana yang dibangun terkait dengan wafatnya Bhre Wengker pada akhir abad ke-7.

Dalam Kitab Pararaton dijelaskan bahwa Jayanegara wafat 1328. Setelah itu ia dibuatkan tempat sucinya di dalam kedaton. Ia juga dibuatkan arcanya dalam bentuk Wisnu di lokasi bernama Shila Petak (Sela Pathak) dan Bubat, serta dibuatkan arcanya dalam bentukAmoghasiddhidi Sukalila.

Pengaruh Tiongkok

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.