Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tujuh Langkah Mengurangi Risiko Terkena Penyakit Jantung

📅 Sabtu, 11 Mar 2023, 15:14 WIB | Oleh:
Tujuh Langkah Mengurangi Risiko Terkena Penyakit Jantung Doc: Freepik/Jcomp
Ket. Ilustrasi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan penyakit kardiovaskular merenggut sekitar 17,9 juta jiwa setiap tahunnya. Angka ini menjadikannya sebagai penyebab kematian utama secara global.

Penyakit kardiovaskular merupakan sekelompok gangguan jantung dan pembuluh darah dan termasuk penyakit jantung koroner, penyakit serebrovaskular, penyakit jantung rematik dan kondisi lainnya.

Melansir laman Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, risiko penyakit kardiovaskular meningkat seiring dengan bertambahnya usia karena terganggunya sistem kardiovaskular. Menurut Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NIH), penyakit kardiovaskular paling umum terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun. Adapun faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskular paling sering yaitu hipertensi, diabetes Melitus, dislipidemia, obesitas, dan merokok. Konsumsi alkohol yang berlebihan juga dapat meningkatkan kadar kolesterol dan tekanan darah, serta berkontribusi terhadap risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Namun, faktor risiko yang disebutkan dapat dipengaruhi dan bertindak secara berbeda tergantung pada profil genetik yang berbeda dari individu dan usia. Artinya, risiko terkena penyakit kardiovaskular bisa jauh lebih tinggi pada beberapa individu. Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NIH) menuturkan seseorang yang memiliki riwayat keluarga penderita penyakit kardiovaskular juga lebih berisiko mengidap penyakit yang sama. Khususnya, mereka yang memiliki ayah atau saudara laki-laki yang didiagnosis menderita penyakit kardiovaskular sebelum mereka berusia 55 tahun. Juga, ibu atau saudara perempuan yang didiagnosis menderita penyakit serupa sebelum mereka berusia 65 tahun.

Meski beberapa faktor risiko penyakit jantung seperti riwayat keluarga, jenis kelamin, atau usia tak bisa dihindari, ada banyak cara untuk mengurangi risiko penyakit jantung.

Merangkum laman Mayo Clinic, sedikitnya ada tujuh langkah untuk menurunkan risiko penyakit jantung mulai dari menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol.

1. Berhenti merokok

Salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung adalah dengan berhenti merokok termasuk menghindari asap rokok. Pasalnya, bahan kimia dalam tembakau dapat merusak jantung dan pembuluh darah. Asap rokok mengurangi oksigen dalam darah, yang meningkatkan tekanan darah dan detak jantung karena jantung harus bekerja lebih keras untuk mensuplai oksigen yang cukup ke tubuh dan otak.

2. Meningkatkan aktivitas fisik

Faktanya, Rutin melakukan aktivitas fisik dapat membantu mengontrol berat badan dan mengurangi kemungkinan mengembangkan kondisi lain yang dapat membebani jantung, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes tipe 2. Cobalah untuk melakukan olahraga aerobik seperti jalan cepat, berlari, bersepeda, atau berenang, setidaknya 30 hingga 60 menit setiap hari untuk membantu memperkuat jantung dan meningkatkan sirkulasi darah. Jika tak terbiasa berolahraga, mulailah dengan melakukan aktivitas fisik sesederhana lebih banyak bergerak, menaiki tangga, dan mengajak anjing berjalan-jalan, dan lain sebagainya. Anda akan merasakan manfaat yang lebih besar dengan meningkatkan intensitas, durasi, dan frekuensi latihan Anda.

3. Menerapkan pola makan sehat

Makan makanan yang sehat terbukti mampu menyehatkan jantung. Diet sehat dapat membantu melindungi jantung, meningkatkan tekanan darah dan kolesterol, serta mengurangi risiko diabetes tipe 2. Pilihlah makanan yang rendah lemak jenuh, kolesterol, serta tinggi serat, vitamin, dan mineral. Anda juga bisa menerapkan dua pola makan yang menyehatkan jantung termasuk rencana makan Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) dan diet Mediterania.

4. Mempertahankan berat badan yang sehat

Kelebihan berat badan terutama di sekitar bagian tengah tubuh dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Mulailah rutin mengukur indeks massa tubuh (BMI) menggunakan tinggi dan berat badan untuk menentukan apakah seseorang kelebihan berat badan atau obesitas. Menurut Mayo Clinic, BMI 25 atau lebih tinggi dianggap kelebihan berat badan dan umumnya dikaitkan dengan kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.