Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Antisipasi Penyakit Menular, DIY Perketat Lalu Lintas Unggas Cegah Flu Burung 'Clade' Baru

📅 Jumat, 10 Mar 2023, 00:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Penyakit Menular, DIY Perketat Lalu Lintas Unggas Cegah Flu Burung 'Clade' Baru Doc: ANTARA/Nyoman Budhiana
Ket. Seorang petugas Dinas Peternakan menyemprotkan disinfektan ke mobil pengangkut ayam yang melintas di perbatasan Kota Denpasar, Bali, Selasa (28/8). Operasi pemeriksaan, sterilisasi dan pemantauan lalu lintas unggas kini terus dilakukan di pintu-pintu masuk Kota Denpasar untuk mencegah meluasnya wabah flu burung.

Yogyakarta - Antisipasi penyakit menular, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta memperketat pengawasan lalu lintas ternak unggas untuk mengantisipasi penularan virus flu burung H5N1 dengancladebaru 2.3.4.4b.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP DIY Erna Rusmiyati saat dihubungi di Yogyakarta, Kamis, mengatakan kendaraan pengangkut unggas yang hendak keluar dan masuk wilayah DIY akan diperiksa di tujuh pos lalu lintas ternak (PLLT) di perbatasan DIY.

"Kami mempunyai tujuh pos lalu lintas ternak yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah, di situ nanti ada petugas yang memeriksa surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) pada unggas dari luar daerah," kata dia.

Selain wajib memiliki SKKH, lanjut Erna, unggas yang hendak memasuki DIY juga harus disertai surat rekomendasi pengeluaran hewan dari pemerintah provinsi asal.

Setelah itu, unggas akan melalui pemeriksaan fisik di PLLT yang rata-rata dijaga tiga sampai empat orang petugas.

"Petugas akan melihat ada atau tidaknya gejala dari fisik unggas," ujar Erna.

Sementara itu, pengawasan unggas yang dikirim melalui jalur udara akan diperiksa di Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta Wilayah Kerja Yogyakarta International Airport (YIA).

Menurut Erna, DPKP DIY bersama Balai Besar Veteriner (BBVET) Wates Yogyakarta juga menggencarkan edukasi di lima kabupaten/kota terkait penanggulangan penyakit unggas yang berpotensi menular ke manusia atau zoonosis, salah satunya flu burung.

"Sasaran edukasi adalah pedagang unggas serta pedagang daging unggas," kata dia.

Berbagai upaya tersebut, menurut dia, menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian terkait Peningkatan Kewaspadaan terhadap HPAI (Highly Patogenic Avian Influenza) subtipeclade2.3.4.4b.

Erna mengatakan hingga saat ini DPKP DIY belum mendapat laporan adanya unggas yang terpapar flu burung di provinsi ini, apalagi yang menular ke manusia.

Jika dilaporkan ada indikasi atau gejala mengarah flu burung, menurut dia, sampel akan langsung diuji di BBVET Wates.

DPKP DIY juga bakal melaporkan ke iSikhnas jika menemukan tanda klinis yang mengarah kepada avian influenza yang dapat berupa penurunan produksi atau kematian mendadak pada unggas.

"Sampai hari ini kami belum lihat ada laporan itu, mudah-mudahan tidak ada," kata dia.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian telah mengidentifikasi positif virus H5N1clade2.3.4.4b melalui uji PCR dansequencingdi peternakan komersial bebek peking yang tidak divaksin di Kalimantan Selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.