Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Barang Ilegal Masuk Indonesia, Pemprov Papua Tingkatan Pengawasan di Perbatasan RI-PNG

📅 Rabu, 08 Mar 2023, 00:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Barang Ilegal Masuk Indonesia, Pemprov Papua Tingkatan Pengawasan di Perbatasan RI-PNG Doc: ANTARA/Qadri Pratiwi
Ket. ARSIP - Warga saat mengunjungi PLBN Skow di Kampung Mosso, Distrik Muaratami, Kota Jayapura, Papua.

Jayapura - Cegah barang ilegal masuk Indonesia. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) setempat mendorong upaya peningkatan pengawasandi wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini (PNG) guna mencegah adanya masyarakat yang keluar masuk membawa barang ilegal.

Kepala BPKLN Provinsi Papua Suzana Wanggaidi Jayapura, Selasa, mengatakan pengawasan tersebutpada setiap perbatasan di Tanah Papua perlu ditingkatkan koordinasi mulai dari pemerintah tingkatprovinsi, kabupaten dan kota ataupun pemerintah Indonesia dan Papua Nugini.

"Kami sangat mengapresiasi TNI-Polri dan pihak Bea Cukai telah berhasil mengamankan warga asal Papua Nugini yang kedapatan membawa peluru ilegal," katanya.

Menurut dia, dengan adanya penangkapan terhadap warga yang membawa barang ilegal melalui perbatasan tersebut, maka depan harus lebih ditingkatkan lagi, sehingga jika hal-hal menyangkut informasi penting bisa disampaikan.

"Dengan peningkatan koordinasi bersama maka bisa dipastikan kejadian hal serupa tidak terulang kembali di kemudian hari," ujarnya.

Dia menjelaskan dalam mengatasi masalah perbatasan membutuhkan kerja sama semua pihak, sebabwilayah tersebut tidak bisa dipagari, sehingga hanya terfokus pada wilayah perbatasanitu saja.

"Perbatasan wilayah tidak mungkin di pagar, mengingat dua warga negara (Papua-PNG) saling membutuhkan, apalagi di antara kedua negara memang masih ada hubungan kekeluargaan. Maka sekarang ini dilakukan peningkatan koordinasi pengawasan wilayah perbatasan, sehingga dapat meminimalisir masalah," katanya.

Sebelumnya, BM (28) warga asal Vanimo PNGditangkap Satgas Pamwiltasrat RI-PNG Yonif 132/BS dan Kepolisian Subsektor serta Bea Cukai saat melintas di perbatasan itu, dilakukan pemeriksaan melalui X-Ray, terlihat dalam tasnyamembawa dua butir peluru aktif jenis kaliber 7,62 mm dan kaliber 5,56 mm serta pisau lipat, pada Sabtu (4/3).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.