Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ribuan Warga Terlantar, Filipina Diguncang Mogok Kerja Sopir Angkot

📅 Selasa, 07 Mar 2023, 00:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ribuan Warga Terlantar, Filipina Diguncang Mogok Kerja Sopir Angkot Doc: Antara/Elmer B. Domingo via Wikipedia Commons
Ket. Foto arsip - Jeepeny merah di Filipina diambil gambarnya pada 16 Februari 2015.

Jakarta - Ribuan warga terlantar. Sejumlah kota di Filipina, termasuk ibu kota Manila, pada Senin diguncang aksi mogok yang dilancarkan para sopir dan pemilik angkutan kota yang di Filipina terkenal dengan sebutan "jeepney". Aksi mogok kerja ini membuat ribuan pengguna angkutan umum terlantar di banyak kota di Filipina.

Menurut laman The Straits Times, dalam unjuk rasa yang akan berlangsung selama tujuh hari mulai Senin 6 Maret ini, para sopir dan pemilikjeepneymemprotes kebijakan peremajaan angkutan umum yang diterapkan Pemerintah Filipina.

Sejak diperkenalkan pada 2017, Pemerintah Filipina menerapkan program modernisasijeepneydengan mewajibkanjeepneyberusia 15 tahun ke atas harus diganti dengan kendaraan impor berbahan bakar diesel Euro-4 atau listrik, demi menurunkan tingkat emisi karbon di berbagai kota Filipina.

Sopir dan operatorjeepneyjuga diharuskan membentuk koperasi atau korporasi dengan armada minimal 15jeepneyyang sudah dipermodern. Jika, tak mau mengikuti aturan ini, maka para sopir dan pemilikjeepneytak boleh beroperasi.

Situasi ini mendorong sopir dan pemilikjeepneymenggelar mogok kerja karena menolak kebijakan yang dianggap tidak pro kepada nasib mereka.

Pada hari pertama aksi mogok yang terjadi di Manila dan kota-kota sekitarnya itu Senin ini, 40.000 sopirjeepneymenolak mengangkut penumpang, kata Mar Valbuena, kepala kelompok transportasi Manibela.

Untuk mencegah dampak buruk aksi ini, sejumlah sekolah dan kantor pemerintah serta swasta memutuskan beralih lewat sistem belajar dan kerja jarah jauh lewat internet.

Calon penumpang lainnya beralih ke angkutan online, baik itu taksi online maupun ojek online.

Pemerintah Filipina sendiri menawarkan tumpangan gratis di seluruh kota dan provinsi di negara ini. Sejumlah sopirjeepneysendiri masih mengangkut penumpang karena tak ingin kehilangan pendapatan.

Bagi beberapa calon penumpang lainnya, aksi mogok ini membuat mereka harus berlama-lama menunggu angkutan umum lainnya, seperti kendaraan roda tiga yang di Indonesia dikenal dengan bajay.

Calon penumpang pun harus mengeluarkan uang yang jumlahnya dua kali lipat dibandingkan dengan menggunakanjeepney.

Ongkos menaikijeepneybisa seharga 12 peson, tetapi tarif "bajay" Filipina bisa dua kali lipatnya.

"Hari ini sulit sekali mendapatkan tumpangan, tetapi saya setuju dengan mogok kerja ini. Pemerintah tak boleh menyingkirkanjeepneykarena penggantinya terlalu mahal," kata Jaime Maramag, pengemudi truk berusia 56 tahun yang harus menunggu angkutan umum selama 30 menit di Quezon City.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.