Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok Janjikan 'Reunifikasi Damai', Taiwan: Hormati Demokrasi Kami

📅 Senin, 06 Mar 2023, 09:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Janjikan 'Reunifikasi Damai', Taiwan: Hormati Demokrasi Kami Doc: CNA/AP/Chiang Ying-ying
Ket. Dua tentara melipat bendera nasional Taiwan selama upacara bendera harian di Liberty Square of Chiang Kai-shek Memorial Hall di Taipei, Taiwan pada 30 Juli 2022.

BEIJING/TAIPEI - Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang menjanjikan "reunifikasi damai" dengan Taiwan pada Minggu (5/3) serta melakukan langkah tegas untuk menentang kemerdekaan Taiwan. Taipei menanggapi bahwa Beijing harus menghormati komitmen rakyat Taiwan terhadap demokrasi dan kebebasan.

Tiongkok telah meningkatkan aktivitas militernya di dekat Taiwan selama tiga tahun terakhir, menanggapi apa yang disebutnya kolusi antara Taipei dan Washington, pendukung dan pemasok senjata internasional utama Taiwan.

Pada Agustus lalu, Tiongkok menggelar latihan perang di sekitar Taiwan sebagai respons atas kunjungan Ketua DPR AS Nency Pelosi ke Taipei.

Berbicara pada pembukaan pertemuan tahunan parlemen Tiongkok, Li mengatakan, Beijing berdiri dengan prinsip "Satu Tiongkok", yang menyatakan bahwa Taiwan adalah bagian dari Tiongkok, meski tidak secara langsung mengancam aksi militer.

Pemerintah harus menerapkan kebijakan partai untuk "menyelesaikan masalah Taiwan" dan "mengambil langkah tegas untuk menentang kemerdekaan Taiwan dan mempromosikan reunifikasi", kata Li kepada sekitar 3.000 delegasi di Balai Besar Rakyat Beijing.

"Kita harus mempromosikan pembangunan damai hubungan lintas-Selat dan memajukan proses reunifikasi damai Tiongkok."

Kebanyakan warga di Taiwan tidak menunjukkan minat untuk diperintah oleh Tiongkok, yang tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk menguasai pulau itu.

Li, dalam komentar terpisah tentang pertahanan, mengatakan angkatan bersenjata harus meningkatkan kesiapan tempur, meski tidak menyebut Taiwan dalam konteks itu.

Dewan Urusan Daratan Tiongkok yang membuat kebijakan di Taiwan menanggapi apa yang disebutnya "penegasan kembali" kebijakan Tiongkok di Taiwan oleh Li dengan mengatakan Beijing harus menghadapi kenyataan bahwa kedua sisi Selat Taiwan "tidak saling tunduk".

Tiongkok harus "menghormati komitmen rakyat Taiwan terhadap konsep inti berpegang teguh pada kedaulatan, demokrasi, dan kebebasan Republik of China," katanya, menggunakan nama resmi Taiwan.

Tiongkok harus menangani urusan lintas-selat secara pragmatis dengan cara yang rasional, setara, dan saling menghormati, sehingga menciptakan kondisi untuk interaksi yang sehat, tambahnya.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen telah berulang kali menawarkan pembicaraan dengan Tiongkok namun ditolak karena Beijing mengaggap Tsai adalah seorang separatis.

Pemerintah Taiwan sangat menentang klaim kedaulatan Beijing, dan mengatakan hanya 23 juta penduduk pulau itu yang dapat memutuskan masa depan mereka.

Taiwan mengadakan pemilihan presiden dan parlemen pada awal 2024 dan ketegangan dengan Tiongkok kemungkinan besar akan mendominasi kampanye.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.