1,35 Miliar Anak Muda Berisiko Tuli Gara-gara Dengar Musik Keras
📅 Jumat, 03 Mar 2023, 14:20 WIB | Oleh: Tim PenulisJadi masalah apa yang timbul dari suara musik yang keras? Lagi-lagi, seperti sinar matahari, paparan berlebihan bisa berakibat buruk pada kita.
Suara keras, termasuk musik, bisa membunuh sel dan membran rambut di telinga bagian dalam (koklea). Begitu kita mengalami kehilangan pendengaran, seseorang bisa jadi kesulitan mendengar atau memahami ucapan atau suara di sekitar mereka.
Penelitian menunjukkan bahwa kehilangan pendengaran terjadi akibat kombinasi suara yang terlalu keras (tidak harus sampai terasa sakit untuk bisa merusak), mendengarkan suara keras terlalu lama (dan semakin keras suaranya, batasan waktunya jadi semakin pendek sebelum pendengaran kita berisiko terdampak), serta seberapa sering kita terekspos (kerusakan pendengaran pun bersifat akumulatif seiring waktu).
Aturan praktisnya, jika kita mendengar adanya dengungan di telinga ketika atau setelah mendengarkan suara atau musik, sumber tersebut berisiko merusak pendengaran kita. Jenis kehilangan pendengaran semacam ini bersifat permanen dan bisa membuat kita membutuhkan alat bantu pendengaran atau implan koklea.
Sebaiknya Anda baca juga:
Apa Tidak Boleh Mendengar Musik Keras Sama Sekali?
Jadi apa yang bisa kita lakukan, tanpa harus membuang headphone kita atau sepenuhnya menghindari klub malam atau konser?
Pertama, sama seperti kasus matahari dan kulit, kita perlu menyadari risiko yang bisa menimpa pendengaran kita, lalu mengambil langkah untuk menjaga diri. Kita perlu menyadari suara keras di sekitar kita dan bagaimana caranya memastikan paparan terhadap suara-suara tersebut tidak melebihi batas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Misalnya, kita bisa menggunakan pelindung pendengaran personal seperti penutup telinga (ear muffs) atau sumbat kuping (ear plugs) saat di klub, membatasi kunjungan kita ke lokasi atau acara musik, atau membatasi waktu kita di acara yang memutar musik dengan keras.
Di Australia, orang bisa mengakses kalkulator risiko suara secara gratis untuk meghitung risiko personal mereka melalui pengukur level suara daring. Ini juga bisa membantu mereka menerapkan perubahan gaya hidup yang bisa melindungi pendengaran mereka tanpa harus berhenti menikmati musik.
Sebagian besar smartphone kini juga disertai atau bisa mengakses perangkat lunak untuk memonitor level pendengaran yang aman, kemudian membatasi paparan.
Menghadirkan alat pelindung pendengaran di lokasi-lokasi tertentu bisa jadi lebih menantang dan mungkin membutuhkan pendekatan regulasi atau sektor industri. Penelitian kami pada tahun 2020 mengidentifikasi prosedur pengendalian bahaya di lokasi hiburan, seperti rajin mengubah volume antara tinggi dan rendah, merotasi staf, menyediakan ruang sunyi, dan menaikkan titik-titik speaker lebih tinggi dari tinggi kepala.
Temuan kamu juga menunjukkan bahwa DJ dan lokasi hiburan terbuka dengan inisiatif-inisiatif yang bertujuan untuk melindungi risiko kehilangan pendengaran untuk pelanggan dan staf mereka.
Mencapai kompromi itu sangat memungkinkan, dan perubahan-perubahan ini bisa tetap menghadirkan kenikmatan pelanggan di acara musik sembari tetap menjaga pendengaran mereka. Dengan begitu, semua orang bisa menikmati musik untuk waktu yang lebih lama lagi.![]()
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!