Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Korsel Nilai Jepang Bukan Lagi Agresor Militer tapi Mitra Ekonomi dan Keamanan

📅 Kamis, 02 Mar 2023, 13:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korsel Nilai Jepang Bukan Lagi Agresor Militer tapi Mitra Ekonomi dan Keamanan Doc: Japan Times/Kyodo
Ket. PM Jepang Fumio Kishida dan Menlu Korea Selatan Park Jin berfoto bersama sebelum pertemuan di kantor Perdana Menteri Jepang di Tokyo pada Juli 2022.

SEOUL - Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol pada Rabu waktu setempat, saat memperingati gerakan kemerdekaan rakyat Korea pada 1919 melawan pemerintahan kolonial Jepang selama 1910-1945, menilai Jepang telah berubah dari "agresor militeristik di masa lalu" menjadi mitra dalam era ini.

Pernyataan Presiden Korsel itu menunjukkan kesiapan negara itu dalam meningkatkan hubungan bilateral dengan Jepang.

Yoon menilai Jepang sebagai"mitra yang memiliki nilai-nilai universal yang sama" dengan Korea Selatan, khususnya untuk hal-hal yang berkaitan dengan keamanan dan ekonomi.

Dia juga mengatakan kerja sama trilateral yang melibatkan Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang "menjadi lebih penting dari sebelumnya" dalam mengatasi krisis keamanan, termasuk meningkatnya ancaman nuklir Korea Utara.

Namun, pidato Yoontu tidak menyinggung masalah-masalah pelik yang terkait dengan Jepang, seperti kompensasi untuk para pekerja Korea semasaperang.

Hubungan kedua negara memburuk setelah pengadilan tinggi Korea Selatan pada 2018 memerintahkan perusahaan Jepang Mitsubishi Heavy Industries Ltd. dan Nippon Steel Corpmembayar kompensasi untuk kerja paksa selama era kolonial.

Kedua perusahaan Jepang itu menolak putusan itu karena pemerintah Jepang mengatakan semua masalah yang berasal dari kolonisasi telah diselesaikan "sepenuhnya dan akhirnya" di bawah sebuah perjanjian bilateral pada 1965.

Korsel dan Jepang sekarang sedang dalam pembicaraan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Pada Januari, Seoul mengusulkan bahwa sebuah yayasan Korea Selatan dapat memberikan ganti rugi kepada para penggugat atas nama perusahaan-perusahaan Jepang, namun Seoul juga mendesak Tokyomenanggapi dengan tulus itikad ini.

Tokyotengah mempertimbangkan untuk mengungkapkan penyesalan berdasarkan pernyataan-pernyataan di masa lalu.

Saat berbicara kepada wartawan pada Selasa (28/2), Menteri Luar Negeri Korea Selatan Park Jin mengatakan Seoul sedang berupaya menyelesaikan masalah tanpa terus menundanya dan akan segera menyiapkan proposal rasional untuk menyelesaikan masalah ini.

Akan tetapi, pemerintahan Yoonharus bertarung menghadapi oposisi Korea Selatan yang menentang keras setiap proposal yang tidak menjamin kompensasi tunai oleh perusahaan-perusahaan Jepang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pemain Inggris tak Sabar Ingin Hadapi Messi

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pemain Inggris tak Sabar In...

Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi Jakarta Terjaga

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Daya Beli dan Ketahanan Eko...
Daerah
Kejati Sumbar Bantah Telah ...
Nasional
Polda Metro Jaya Minta Imig...

Andoni Iraola Bertekad Bangun Liverpool

54 menit yang lalu | Sriyono

Olahraga
Andoni Iraola Bertekad Bang...
Megapolitan
Hari Pertama Sekolah Tergan...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.