Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cintai Budaya Lokal, Pemprov Kaltim Ajak Masyarakat Lestarikan Bahasa Daerah

📅 Kamis, 02 Mar 2023, 00:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cintai Budaya Lokal, Pemprov Kaltim Ajak Masyarakat Lestarikan Bahasa Daerah Doc: Antara/Biro Adpim Pemprov Kaltim
Ket. Staf ahli gubernur Kaltim bidang Reformasi Birokrasi dan Keuangan Daerah Diddy Rusdiansyah Anandani.

Samarinda - Cintai budaya lokal. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengajak semua elemen masyarakat untuk ikut terlibat melestarikan keberadaan bahasa daerah yang ada di Kaltim, sehingga bisa menjadi ragam kekayaan budaya lokal dan juga nasional.

"Pemerintah Provinsi Kaltim menyambut baik adanya Program revitalisasi bahasa daerah dengan harapan mencapai hasil positif untuk pembinaan dan kelestarian bahasa daerah di Kaltim, yang kali ini salah satunya ditujukan pada Bahasa Paser," kata staf ahli gubernur Kaltim bidang Reformasi Birokrasi dan Keuangan Daerah Diddy Rusdiansyah Anandani saat membuka Rakor Program Revitalisasi Bahasa Daerah Bersama Komisi X DPR RI dan Mitra di Ruang Serbaguna Kantor Gubernur Kaltim, Rabu.

Didi mengungkapkan keberadaan suku Paser merupakan salah satu suku asli Kaltim selain suku Kutai dan Berau. Suku asli Kalimantan yang juga cukup banyak bermukim di Kaltim adalah suku Banjar dan Dayak.

Suku-suku asli di Kaltim juga terdiri beberapa sub suku dengan ratusan bahasa yang berbeda, baik pemakaian suku kata maupun dialeknya.

Didi memperkirakan keberadaan Ibu Kota Nusantara di Kaltim juga akan memunculkan bahasa baru, karena beragam etnis yang datang dari seluruh Indonesia akan berinteraksi dengan suku-suku asli Kalimantan, maka bukan mustahil akan memunculkan bahasa pergaulan baru di IKN.

Tentunya bahasa daerah IKN, lanjut Didi juga akan memperkaya ragam bahasa daerah di Kaltim.

"Karena itu, Pemerintah Provinsi Kaltim memberikan apresiasi yang tinggi adanya program revitalisasi bahasa daerah ini, mengingat pemakaian atau penuturan bahasa daerah sudah mulai berkurang karena pengaruh kemajuan zaman, karena perkawinan antar etnis, maupun pengaruh bahasa daerah lainnya yang dominan digunakan di suatu daerah, "paparnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Bahasa Kaltim Halimi Hadibrata mengatakan tujuan program revitalisasi bahasa daerah untuk perlindungan, pengembangan, pelestarian dan penguatan daya hidup bahasa daerah.

"Melalui revitalisasi bahasa daerah juga diharapkan ada peningkatan dan perluasan penggunaan bahasa daerah dan untuk pembinaan penutur bahasa daerah, terutama penutur muda usia siswa SD, SMP dan usia SLTA," Jelasnza.

Ia mengatakan dengan adanya revitalisasi bahasa daerahdiharapkan jumlah penuturnya bertambah, sehingga bisa menjaga eksistensi bahasa daerah tersebuttetapdigunakan.

"Kami berharappara penutur bahasa daerah bersikap positif atau bangga dengan bahasa sastra dan nilai-nilai budaya daerahnya sebagai bagian dari jati diri dan karakter kepribadiannya," papar Halimi Hadibrata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.