Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Biaya Transportasi Dominasi Inflasi Kota Ternate

📅 Rabu, 01 Mar 2023, 19:36 WIB | Oleh:
Biaya Transportasi Dominasi Inflasi Kota Ternate Doc: ANTARA/Abdul Fatah
Ket. Harga transportasi antar-pulau mahal, pengaruhi harga pangan masuk ke Kota Ternate, Rabu (1/3). ANTARA/Abdul Fatah.

TERNATE - Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara (Malut) mencatat, Kota Ternate pada Februari 2023 mengalami inflasi sebesar 6,80 persen dan beberapa komoditas yang dominan memberikan andil sumbangan inflasi diantaranya angkutan transportasi.

"Inflasi Kota Ternate dipicu oleh tingginya biaya transportasi angkutan antarpulau, angkutan udara dan mahalnya biaya bensin," kata Kepala BPS Malut, Aidil Adha di Ternate, Rabu.

Dia menyatakan, angkutan berbagai komoditas yang dijual di Kota Ternate ikut mendominasi terjadinya inflasi, karena tingginya biaya transportasi, sehingga berbagai kebutuhan pangan menjadi naik.

Dia menyebut, ada beberapa kebutuhan yang alami kenaikan seperti jenis ikan segar, dan bawang merah, sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi monthto month(mtm), antara lain beberapa jenis ikan segar, angkutan udara, cakalang diawetkan, dan beras.

Begitu pula, kelompok ini pada Februari 2023 mengalami inflasi yearon year/yoy sebesar 22,18 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 98,44 pada Februari 2022 menjadi 120,27 pada Februari 2023.
Subkelompok yang mengalami inflasi yoy tertinggi, yaitu subkelompok jasa angkutan penumpang sebesar 35,60 persen dan terendah, yaitu subkelompok pembelian kendaraan sebesar 0,27 persen.

Menurut Aidil, kelompok ini pada Februari 2023 memberikan andil/sumbangan inflasi yoy sebesar 2,27 persen dan komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi yoy, yaitu angkutan udara. Kelompok ini pada Februari 2023 memberikan andil/sumbangan inflasi mtm sebesar 0,19 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi mtm, yaitu angkutan udara.

Dia mengungkapkan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks 8 kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 10,80 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,07 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,90 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 3,47 persen, kelompok transportasi sebesar 22,18 persen.

Selain itu, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,18 persen, kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran sebesar 0,10 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,51 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok kesehatan sebesar 0,20 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.