Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sebabkan 6 Juta Kematian, Asal-usul Virus Corona Masih jadi Perdebatan

📅 Selasa, 28 Feb 2023, 11:00 WIB | Oleh:
Sebabkan 6 Juta Kematian, Asal-usul Virus Corona Masih jadi Perdebatan Doc: Unsplash
Ket. Ilustrasi.

Setelah lebih dari tiga tahun sejak pandemi Covid-19 dimulai, asal-usul virus corona yang menyebabkan lebih dari 6 juta kematian di seluruh dunia masih belum diketahui.

Kini, Departemen Energi Amerika Serikat (DOE) melaporkan adanya kemungkinan kecil bahwa pandemi yang menginfeksi 679 juta orang itu dimulai dengan kebocoran laboratorium. Hal itu diungkapkan oleh seorang anonim kepada outlet berita AS, The Associated Press.

Kesimpulan DOE pertama kali dilaporkan pada akhir pekan lalu oleh Wall Street Journal, yang mengatakan laporan rahasia itu didasarkan pada intelijen baru dan dicatat dalam pembaruan dokumen 2021. DOE sendiri diketahui mengawasi jaringan laboratorium nasional.

Laporan The Wall Street Journal sendiri mengacu pada laporan rahasia oleh kantor Direktur Intelijen Nasional Avril Haines, yang sebelumnya lembaga tersebut sempat ragu-ragu perihal awal kemunculan virus Corona.

Dikutip dari Journal dan The New York Times, orang-orang yang membaca laporan rahasia tersebut menilai, departemen sebenarnya tidak begitu percaya diri perihal adanya berbagai teori asal-usul COVID-19 dari sejumlah lembaga dan pandemi yang melanda dunia pada awal 2020.

Meski kesimpulan baru inteligen itu masih di level "kepercayaan rendah", simpulan tersebut tetap dinilai penting karena departemen tersebut mengawasi jaringan laboratorium nasional, termasuk beberapa yang melakukan penelitian biologi tingkat lanjut.

Meski begitu, juru bicara Dewan Keamanan Nasional, John Kirby, mengatakan tidak ada konsensus mengenai asal muasal Covid-19.

"Saat ini tidak ada konsensus di pemerintah AS tentang bagaimana tepatnya COVID dimulai," kata John Kirby, juru bicara Dewan Keamanan Nasional, pada Senin (28/2).

"Tidak ada konsensus komunitas intelijen," sambungnya.

Pejabat Gedung Putih pada hari Senin menolak untuk mengkonfirmasi laporan pers tentang penilaian tersebut.

Melansir AP, pada tahun 2021, para pejabat merilis ringkasan laporan intelijen yang mengatakan empat anggota komunitas intelijen AS percaya dengan keyakinan rendah bahwa virus pertama kali ditularkan dari hewan ke manusia, dan yang kelima percaya bahwa infeksi manusia pertama terkait dengan kebocoran laboratorium.

Sementara beberapa ilmuwan terbuka untuk teori kebocoran laboratorium, yang lain terus percaya bahwa virus berasal dari hewan, bermutasi, dan melompat ke manusia. Skema ini berangkat dari pengalaman infeksi sejumlah virus di masa lalu.

Para ahli mengatakan asal muasal sebenarnya dari pandemi mungkin tidak diketahui selama bertahun-tahun.

Investigasi Lanjutan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.