Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Muhadjir Serukan Pemda Gencarkan Edukasi tentang Manfaat Protein Hewani

📅 Selasa, 28 Feb 2023, 06:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Muhadjir Serukan Pemda Gencarkan Edukasi tentang Manfaat Protein Hewani Doc: kemenkopmk.go.id

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, meminta pemerintah daerah untuk menggencarkan edukasi tentang manfaat protein hewani guna mencegahstunting.

"Edukasi mengenai manfaat protein hewani untuk mencegahstuntingharus terus digencarkan," kata Muhadjir Effendy dalam keterangannya di Jakarta, Senin (27/2).

Menko PMK mengatakan bahwa masyarakat perlu selalu diingatkan faktor utama dalam pencegahan dan penanganan stunting adalah mengenai tercukupinya asupan gizi bagi ibu hamil dan balita, terutama kecukupan protein hewani.

"Protein hewani itu sangat penting karena banyak mengandung zat gizi esensial yang dibutuhkan tubuh, beragam zat gizi yang terdapat dalam protein hewani tersebut sangat bermanfaat untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan otak anak," ungkap dia.

Menko PMK juga mengingatkan bahwa poin utama dalam pencegahan dan penanganan stunting adalah memastikan pertumbuhan dan perkembangan otak anak.

"Kondisistuntingyang paling berbahaya, yaitu apabila otak anak tidak dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik," kata dia.

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah daerah diharapkan dapat menggencarkan edukasi serta melaksanakan intervensi spesifik maupun sensitif dengan tepat sasaran.

Intervensi spesifik, kata dia, adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk mengatasi penyebab langsung terjadinyastunting. Sementara intervensi sensitif adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk mengatasi penyebab tidak langsung terjadinyastunting.

Hal tersebut diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan PenurunanStunting, dalam rangka menciptakan generasi berkualitas yang akan melanjutkan program pembangunan bangsa secara berkelanjutan.

Pemerintah, kata Muhadjir Effendy, terus mengoptimalkan program percepatan penurunanstunting, salah satunya dengan memastikan terpenuhinya gizi ibu hamil dan balita.

Prevalensistuntingdi Indonesia, kata dia, saat ini berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), adalah 21,6 persen. "Sementara pemerintah menargetkan prevalensistuntingturun menjadi 14 persen pada tahun 2024 mendatang," ungkap Menko PMK Muhadjir Effendy.Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Olahraga
Janice/Hunter Melaju ke Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.