Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kredit Perbankan Tumbuh Melambat

📅 Selasa, 28 Feb 2023, 08:16 WIB | Oleh:
Kredit Perbankan Tumbuh Melambat Doc: istimewa

JAKARTA - Pertumbuhan kredit perbankan pada Januari lalu melambat dibandingkan catatan pada Desember 2022. Pelambatan tersebut dianggap sebagai hal wajar karena selalu terjadi pada awal tahun.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kredit perbankan pada Januari 2023 tumbuh sebesar 10,53 persen dibandingkan periode sama tahun lalu atau year on year (yoy) menjadi 6.310,88 triliun rupiah. Angka itu di bawah data pertumbuhan pada Desember 2022 sebesar 11,35 persen (yoy).

"Secara month to month nominal kredit perbankan Januari 2023 turun 1,75 persen month to month atau turun sebesar 112,68 triliun rupiah, yang merupakan siklus yang terjadi pada awal tahun," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan Februari 2023 yang dipantau dalam jaringan di Jakarta, Senin (27/2).

Dian menuturkan penguatan kredit tersebut terutama ditopang oleh kredit investasi dan kredit modal kerja yang masing-masing tumbuh sebesar 12,61 persen yoy dan 10,3 persen yoy.

Sementara itu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) pada Januari 2023 juga melambat dibandingkan Desember 2022. DPK pada Januari 2023 tercatat tumbuh 8,03 persen (yoy) menjadi 7.993,8 triliunrupiah. Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan catatan pada Desember 2022 yang tumbuh sebesar 9,01 persen.

Likuiditas industri perbankan pada awal 2023 masih di atas ambang batas (threshold) dengan rasio-rasio likuiditas terjaga. Rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) per Januari 2023 sebesar 129,64 persen dan per Desember 2022 sebesar 137,67 persen.

Sedangkan alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/ DPK) pada Januari 2023 tercatat 29,13 persen dan pada Desember 2022 tercatat 31,2 persen.

Angka tersebut berada jauh di ambang batas ketentuan masing-masing sebesar 50 persen untuk AL/NCD dan 10 persen untuk AL/DPK.

Selanjutnya, risiko kredit di awal 2023 terjaga dengan rasio NPL net perbankan sebesar 0,76 persen sementara pada Desember 2022 tercatat 0,71 persen. Sementara NPL gross tercatat sebesar 2,59 persen pada Januari 2023 dan 2,44 persen pada Desember 2022.

Di sisi lain kredit restrukturisasi Covid-19 pada Januari 2023 terus mencatatkan penurunan menjadi sebesar 435,74 triliun rupiah pada Januari 2023, sementara pada Desember 2022 tercatat 469,15 triliun rupiah, dengan jumlah debitur yang juga menurun menjadi 2,02 juta nasabah dari sebelumnya sebanyak 2,27 juta nasabah pada Desember 2022.

Sementara capital adequacy ratio dari seluruh industri perbankan menguat menjadi sebesar 25,93 persen pada Januari 2023, dibandingkan dengan Desember 2022 tercatat 25,63 persen.

Prinsip "Prudent"

Pada kesempatan lain, Ekonom dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto mengatakan perbankan menyalurkan kredit kepada nasabah dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian berbasis 5C, meliputi character (karakter), capacity (kapasitas), capital (kecukupan modal), condition (kondisi) dan collateral (jaminan).

"Perbankan itu adalah lembaga yang sangat diatur karena mengemban mandat dari publik dari deposan atau pemilik dana maupun dari investor," kata Ryan dalam diskusi Penerapan Prinsip Prudential Banking dalam Penyaluran Kredit Bank BUMN yang dipantau virtual di Jakarta, kemarin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.