Film Lokal Sukses di Bioskop, Bagaimana Layanan Streaming Netflix dan HBO?
📅 Selasa, 28 Feb 2023, 11:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/instagram/kknmovie
Nasya Bahfen, La Trobe University
Setelah tayang perdana di Venice, dan memenangkan beberapa penghargaan di beberapa festival film di seluruh dunia, film thriller tentang politik Indonesia Autobiography mulai diputar di negara asalnya.
Film ini mengeksplorasi dampak hidup di bawah pemerintahan militer. Topik ini tepat waktu, saat kekhawatiran masyarakat tumbuh akan kemungkinan Indonesia tampaknya mundur ke masa lalu pemerintahan diktator.
Sementara itu, film drama Malaysia Maryam Dari Pagi Ke Malam memulai debut internasionalnya di Festival Film Rotterdam 2023.
Film ini menggambarkan masalah sosial dan birokrasi yang dihadapi oleh seorang perempuan Muslim berusia 50-an yang ingin menikahi pasangan mudanya dari negara Afrika.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rekor jumlah penonton film lokal di dua negara Asia Tenggara dipecahkan tahun lalu.
Namun ketika penggemar film kembali ke bioskop, bagaimana masa depan layanan streaming di negara-negara tersebut?
Naik Turunnya Box Office Lokal
Sebaiknya Anda baca juga:
Film lokal tidak selalu sukses secara komersial dan mendapat pujian dari kritikus film.
Film lokal di Indonesia dan Malaysia disukai oleh penonton dan menguntungkan pada 1950-an dan awal 1960-an. Film yang paling sukses saat itu Tiga Dara di Indonesia dan Do Re Mi di Malaysia.
Kesuksesan film lokal mulai menurun sejak 1970-an karena pembuat film menghadapi persaingan dari film dan televisi asing, bantuan pemerintah yang minim, dan krisis keuangan Asia pada 1997.
Industri film Indonesia mulai bangkit pada awal abad ke-21 berkat adanya kebebasan media yang lebih besar setelah jatuhnya Orde Baru pada 1998.
Produser, penulis, dan sutradara film mulai membuat film terkenal setelah lulus dari sekolah film dalam negeri seperti Institut Kesenian Jakarta, atau setelah kembali bersekolah dari luar negeri.
Ada Apa Dengan Cinta (AADC) - film remaja berbau politik yang dibuat pada 2002 oleh Mira Lesmana dan Riri Riza - sukses secara komersial dan mendapat pujian, dan disebut sebagai film yang telah mengubah industri film lokal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!