Presiden Joe Biden Calonkan Ajay Banga Memimpin Bank Dunia
📅 Sabtu, 25 Feb 2023, 00:02 WIB | Oleh: Redaktur Pelaksana
Doc: MONEY SHARMA/AFP
WASHINGTON - Dewan eksekutif Bank Dunia segera merilis kriteria seleksi dan garis waktu untuk memilih presiden baru pada Kamis (23/2) waktu setempat atau Jumat (24/2) WIB, setelah berita mengejutkan pekan lalu bahwa David Malpass akan meninggalkan jabatan puncak jauh sebelum kontraknya berakhir pada April 2024.
Dewan beranggotakan 25 orang itu, di bawah tekanan untuk mereformasi operasinya guna menanggapi perubahan iklim dan tantangan global lainnya secara lebih agresif, bertemu selama beberapa jam pada Rabu (22/2) untuk menuntaskan rinciannya, kata dua sumber yang mengetahui proses tersebut kepada Reuters.
Di tempat terpisah, pada Kamis (23/2), Presiden AS, Joe Biden, mengatakan bahwa Washington menominasikan mantan Kepala Eksekutif Mastercard, Ajay Banga sebagai kandidat untuk memimpin Bank Dunia. Banga, 63, adalah orang India- Amerika dan saat ini menjabat sebagai wakil ketua di perusahaan ekuitas General Atlantic.
Ajay Banga sebelumnya adalah kepala eksekutif di Mastercard, dan juga bertugas di Dewan Palang Merah AS, Kraft Foods dan Dow Inc, dalam sebuah pernyataan Gedung Putih.
Banga memiliki "pengalaman kritis memobilisasi sumber daya publik-swasta untuk mengatasi tantangan paling mendesak di zaman kita, termasuk perubahan iklim," kata Biden dalam sebuah pernyataan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Amerika Serikat pemegang saham terbesar bank, yang telah mendesak untuk reformasi bank yang lebih ambisius dan lebih cepat, dapat mengumumkan calonnya pada Kamis (23/2), kata sumber tersebut. Pejabat keuangan tidak memiliki komentar segera.
Amerika Serikat secara historis telah memilih presiden bank tersebut, tetapi beberapa negara berkembang dan kelompok masyarakat sipil menentang tradisi itu.
Masih belum jelas apakah negara-negara lain akan mencalonkan kandidat mereka sendiri untuk memimpin bank, yang menyediakan dana miliaran dollar per tahun untuk ekonomi berkembang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Malpass, mantan pejabat Departemen Keuangan AS, dinominasikan oleh mantan Presiden AS Donald Trump, dan tanpa lawan untuk jabatan itu.
Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, pekan lalu, mengatakan Amerika Serikat akan segera mencalonkan seorang kandidat dan menantikan proses nominasi yang transparan, berdasarkan prestasi dan cepat.
Oxfam International dan kelompok masyarakat sipil lainnya bersikeras bahwa proses tersebut harus dibuka bagi lebih banyak kandidat . Seorang menteri utama di Jerman, salah satu pemegang saham terbesar bank, minggu ini mengatakan kepada Reuters bahwa presiden berikutnya harus seorang wanita, dan menggarisbawahi perlunya lembaga untuk mengatasi perubahan iklim serta memerangi kemiskinan.
Pesaing teratas untuk jabatan itu termasuk Samantha Power, yang saat ini memimpin Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) dan menjabat sebagai duta besar AS untuk PBB di bawah Presiden Barack Obama, dan Rajiv Shah, mantan administrator USAID di bawah Obama dan saat ini presiden Rockefeller Foundation, sebuah kelompok filantropis.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!