Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

ECDC Ungkap Risiko Lonjakan Wabah Kolera Pasca Gempa di Suriah

📅 Sabtu, 25 Feb 2023, 13:00 WIB | Oleh:
ECDC Ungkap Risiko Lonjakan Wabah Kolera Pasca Gempa di Suriah Doc: Reuters
Ket. Dampak gempa yang melanda Turki dan Suriah pada 6 Februari.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa atau European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) memperingatkan risiko wabah kolera pasca gempa yang melanda Turki dan Suriah pada 6 Februari.

Dalam rilis yang dipublikasikan pada Senin (20/2), ECDC menuturkan daerah yang terkena dampak gempa kemungkinan akan melaporkan lonjakan kasus kolera yang signifikan dalam beberapa minggu mendatang. Kolera yang merupakan infeksi sistem pencernaan sendiri telah menjadi perhatian di barat laut Suriah yang terdampak gempa di tengah perang yang masih berlangsung. Menurut ECDC, pihak berwenang setempat telah melaporkan ribuan kasus kolera sejak September 2022. Kampanye vaksinasi yang direncanakan pun kini terganggu oleh gempa bumi.

Berdasarkan data Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (OCHA) lebih dari 2,1 juta orang di barat laut Suriah tinggal di sub distrik yang paling berisiko terkena wabah kolera. OCHA mencatat terdapat 555 kasus kolera yang dikonfirmasi dan 20 kematian akibat kolera pada 14 Januari. Early Warning, Alert and Response Network (EWARN) di barat laut Suriah melaporkan lebih dari 77.561 kasus kolera dilaporkan antara 25 Agustus 2022 dan 07 Januari 2023, dengan tingkat kematian 0,13 persen.

Adapun kasus kolera di barat laut Suriah paling banyak dilaporkan di Kota Idlib dengan 21.033 kasus atau 27,1 persen. Disusul Deir Ez-Zor dengan 26 persen atau 20.671 kasus suspek. Sebanyak 21,8 persen kasus kolera diidentifikasi di Kota Aleppo dan 19,7 persen lainnya di Raqqa.

Selain kolera, penyakit yang ditularkan melalui air seperti infeksi virus seperti hepatitis A, norovirus dan rotavirus, infeksi yang disebabkan oleh parasit atau infeksi bakteri, dinilai ECDC juga dapat menyebabkan wabah di kamp pengungsian.

Menurut ECDC infrastruktur utilitas seperti air dan listrik yang rusak telah menyebabkan terbatasnya akses ke air bersih. Selain itu, fasilitas sanitasi dan kebersihan yang tidak memadai, serta sistem pendingin dan memasak yang tidak tepat, dapat meningkatkan terjadinya dan penularan penyakit yang ditularkan melalui makanan dan air.

ECDC juga mengingatkan akan potensi infeksi saluran pernapasan yang perlu mendapatkan perhatian khusus, terutama dalam cuaca dingin yang saat ini melanda kedua negara. Pasalnya, infeksi saluran pernapasan dapat dengan mudah mewabah mengingat korban selamat harus tinggal berkerumun di tempat pengungsian. Terutama bagi lansia yang lebih rentan terhadap komplikasi dari infeksi jenis ini. Menurut ECDC, Covid-19, influenza musiman, dan virus pernapasan lainnya dapat beredar dalam tingkat sedang hingga tinggi di wilayah pengungsian korban.

Serupa dengan infeksi virus pernapasan, kondisi berdesakan di pemukiman sementara atau kamp pengungsian juga dapat meningkatkan risiko penularan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin seperti campak, varisela, meningitis, atau poliomielitis. Mereka yang terjun membantu proses penyelamatan lainnya juga berisiko lebih tinggi terkena tetanus dari cedera dan luka terbuka yang disebabkan oleh kontak dengan puing-puing bangunan yang runtuh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.