Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Proyek Hunian Vertikal IKN Jadi Arahan Bangun Kota Terpadu

📅 Jumat, 24 Feb 2023, 01:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Proyek Hunian Vertikal IKN Jadi Arahan Bangun Kota Terpadu Doc: ANTARA/HO-Kementerian PUPR
Ket. Arsip foto - Rumah susun untuk hunian pekerja konstruksi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

JAKARTA - Proyek pembangunan hunian vertikal yang terintegrasi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dapat menjadi arahan untuk membangun kota secara terpadu (compact city) bagi wilayah-wilayah lainnya di Indonesia.

"Saya rasa ketika pembangunan hunian vertikal yang terintegrasi dengan sarana dan prasarana lainnya maka itu menjadi salah satu arahan bagi kita untuk membangun kota secara terpadu," ujar Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat atau disapa Sari dalam seminar daring yang dipantau di Jakarta, Kamis (23/2).

Menurut Sari, tujuan akhir dari pembangunan kota terpadu adalah efisiensi dari kota tersebut sehingga mobilitas dapat dikendalikan, di mana ruang-ruang yang terintegrasi antara fungsi permukiman dengan komersial serta fungsi-fungsi pendukungnya.

"Tentu saja dengan efisiensi ini maka diharapkan produktivitas daripada penghuni kota tetap tercapai dengan baik," katanya.

Berdasarkan Peraturan Presiden nomor 63 Tahun 2022 tentang Perincian Rencana Induk Ibu Kota Nusantara, Pembangunan perumahan di IKN menerapkan konsep transformasi bermukim, di antaranya dengan perubahan cara pandang dalam berhuni di lahan yang lebih efektif dan efisien.

Pertama melalui cara tinggal di hunian vertikal sehingga akan tercipta hunian dengan kepadatan ideal. Kedua, tinggal di kawasan kompak semua kebutuhan terlayani dan dapat diakses dengan cepat dan mudah dijangkau, dan terakhir menerapkan teknologi cerdas dalam kehidupan (smart living) untuk meningkatkan kenyamanan penghuni sekaligus menerapkan prinsip hidup berkelanjutan.

Konsep pembangunan perumahan di IKN mengikuti rencana fungsi tata ruang yang meliputi kawasan fungsi campuran (mixed-used) dan heterogenitas demografi di IKN. Kawasan fungsi campuran mengacu pada penciptaan berbagai kegiatan dan fungsi dalam satu area lingkungan binaan (built environment).

Heterogenitas demografi mengacu pada penciptaan percampuran penduduk berdasarkan karakteristik seperti usia, pekerjaan, pendapatan, etnis, dan ras.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.