Jadi Sensasi! Harry Styles Minum Air dari Sepatu, Apa Itu Tradisi 'Shoey' yang Populer di Australia?
📅 Jumat, 24 Feb 2023, 17:31 WIB | Oleh: Ilham SudrajatMark Gwynn, yang meneliti kosa kata tersebut untuk ditambahkan ke dalam Kamus Nasional Australia resmi, mengatakan bahwa shoey merupakan fenomena yang cukup baru di Australia.
Referensi pertama yang dapat dia temukan berasal dari tahun 2010, ketika shoey diasosiasikan dengan skena musik punk Australia, namun juga menjadi bagian dari pesta-pesta dan pertandingan olahraga.
Tradisi ini biasanya dilakukan untuk menandai sebuah perayaan, sebelum orang yang melakukannya memakai kembali sepatu yang basah.
"Ini semacam kemenangan atas kesulitan… gagasannya adalah bahwa saya baru saja melalui hal yang sulit dan saya akan minum dari sepatu yang membawa saya ke titik ini," kata Giuffre.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun kedua peneliti mengatakan bahwa shoey -baik istilah maupun aksinya-jelas-jelas dipopulerkan pada 2016 oleh bintang F1 Australia, Daniel Ricciardo. Dia menjadikan shoey sebagai perayaan khasnya setelah balapan, sehingga menjadi perhatian globa dan shoey pun menjadi populer sejak saat itu.
Pegolf Australia Hannah Green pada awal bulan ini juga merayakan kemenangan turnamen pertamanya di kandang sendiri dengan shoey. Begitu pula dengan Nedd Brockman yang menyelesaikan larinya di Australia dengan meneguk koktail rasa kaus kaki.
Sebaiknya Anda baca juga:
Picu Perdebatan
Para pengamat menilai shoey mencerminkan nilai-nilai Australia. Menurut Giuffre, tindakan yang rendah hati itu punya peran dalam ketidaksukaan masyarakat Australia yang dikenal dengan istilah tall poppies, yakni kecenderungan untuk mendiskreditkan orang-orang yang sukses dan menonjol.
"Tidak ada yang bermartabat mengenai ini.. Anda mengatakan 'Saya tidak sukses seorang diri'. Kami menyukai orang-orang yang menang, tapi kami tidak ingin orang terlalu bangga atau terlalu berlebihan."
Tradisi ini juga merupakan penghormatan terhadap selera humor, petualangan, dan budaya minum di Australia, kata Gwynn.
"Ini bukan kekerasan. Tradisi ini tidak seksis, rasis, dan sebagainya. Itu sesuatu yang santai, untuk sedikit bersenang-senang."
Namun banyak orang Australia menganggapnya menjijikkan. Menurut mereka, ini adalah tren bodoh yang mengejutkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!