Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Perlu Kajian Komprehensif Zona Sesar Geser Mirip Gempa Turki

📅 Jumat, 24 Feb 2023, 08:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG: Perlu Kajian Komprehensif Zona Sesar Geser Mirip Gempa Turki Doc: Antara/Devi Nindy
Ket. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers Analisis Pembelajaran Gempa Bumi Turki Untuk Membangun Kesadaran, Mitigasi, dan Kesiapsiagaan Masyarakat Terhadap Potensi Kegempaan di Indonesia di Kantor BMKG Jakarta, Kamis (23/2/2023).

JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Dwikorita Karnawati mengatakan perlunya kajian yang lebih komprehensif mengenai zona sesar geser yang dianggap mirip dengan zona sesar gempa di Turki.

Dwikorita mengatakan gempa Turki mengingatkan bahwa sesar aktif dengan pergerakan geser mendatar atau strike-slip, dapat menyebabkan kejadian gempa katastrofi, dan gempa bumi yang kompleks.

"Perlu dilakukan kajian yang lebih komprehensif mengenai zona sesar geser tersebut di Indonesia. Misalnya ini yang mirip dengan apa yang ada di Turki yaitu sesar besar Sumatera atau The Great Sumatera Fault Zone, kemudian sesar Palu-Koro, sesar Matano, sesar Cimandiri, sesar Opak, sesar Gorontalo, sesar Sorong, sesar Tarera Aiduna, dan sesar Yapen," ujar Dwikorita di Jakarta, Kamis (23/2).

Menurut dia, masih cukup banyak sesar di Indonesia yang dipandang ada kemiripan dengan sesar yang ada di Turki setelah kejadian gempa magnitudo 7,8.

Dwikorita mengimbau untuk waspada bahaya gempa akibat patahan multisegmen. Patahan itu terbagi-bagi menjadi beberapa blok atau beberapa segmen, dan bahkan patahan itu juga berdekatan dengan patahan yang lain.

Sehingga, tidak hanya patahan tunggal, tetapi ada patahan yang lain di sekitarnya. Gempa bumi di Turki dengan magnitudo 7,8 sanggup memecahkan seluruh segmen sesar Anatolia Timur.

Terdapat enam segmen dalam satu patahan Anatolia Timur tersebut, yaitu segmen Turkoglu, Golbasi, Yarpuzlu, Lakehazar dan Gorzali, dengan total panjang patahan anatolia Timur sepanjang 300 km.

"Fenomena ini memberikan peringatan bagi kita yang ada di untuk mewaspadai adanya potensi gempa multisegmen, bahkan bisa multifault ya yang sangat mungkin terjadi. Fenomena serupa pernah terjadi di Pulau Lombok tahun 2018 yang diguncang oleh lima gempa kuat dalam waktu 3 minggu dengan magnitudo 6,4; 7,0; 5,9; 6,2; dan 6,9," kata Dwikorita.

BMKG: Perlu kajian komprehensif zona sesar geser mirip gempa Turki

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Madura United Bersuka Cita ...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.