Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anggota MPR: Strategi Kebudayaan Penting untuk Tumbuhkan Ekonomi

📅 Kamis, 23 Feb 2023, 22:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Anggota MPR: Strategi Kebudayaan Penting untuk Tumbuhkan Ekonomi Doc: istimewa
Ket. Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang juga Wakil Ketua Komisi VIII, yakni Diah Pitaloka (tengah, berdiri) saat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI, di Gedung PPIB Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/2/2023)

Kabupaten Bogor - Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR Diah Pitaloka memandang strategi kebudayaan dari berbagai aspek secara menyeluruh, mulai dari makanan, perfilman, teknologi, dan lainnya penting untuk menaikkan nilai kebangsaan dan menumbuhkan sektor ekonomi pariwisata.

"Budaya itu bukan hanya sekadar bentuk ya, tetapi kita juga perlu membangun strategi kebudayaan supaya budaya kita bisa naik ke permukaan dan ini bisa juga jadi potensi ekonomi," kata Diah Pitaloka, usai kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan oleh MPR RI di Gedung PPIB Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/2).

Misalnya, kata Diah, banyak daerah di Indonesia dengan kultur yang kuat, seperti NTT, NTB, dan Bali. Tiga pulau berdekatan itu, tiga-tiganya daerah wisata, tapi karakter budayanya beda.

Pada sisi lain, Diah melihat di banyak daerah wisata Indonesia, belum terlalu mengedepankan budaya lokal.

"Misalnya makanan, misalnya di Bogor nih, banyak makanan, tapi menu makanannya ada yang western, chinese food gitu, bukan hanya Sunda gitu ya," ujarnya.

Belum lagi film Korea yang kini banyak digemari masyarakat Indonesia, khususnya para pemuda dibanding film lokal, sehingga memang perlu punya strategi kebudayaan, sehingga bangsa ini punya ciri khas budaya yang kemudian juga jadi daya tarik untuk pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, strategi kebudayaan secara nasional tidak boleh lepas dari nilai-nilai Pancasila yang belum banar-benar dilaksanakan masyarakat meskipun menyadarinya.

"Saya agak sulit menjelaskannya, tetapi bicara Pancasila, Pancasila itu dalam, meskipun sederhana tetapi kompleks dan itu bisa menyentuh semua kehidupan, misalnya tadi budaya. Tapi kita jarang mengekspor nilai-nilai dasar kita ini," ujarnya lagi.

Anggota MPR RI mengutarakan, dari kondisi strategi kebudayaan yang belum menyeluruh membuat ada satu hal yang banyak jadi pertanyaan dalam forum-forum diskusi, yaitu tentang kekhawatiran krisis identitas bangsa Indonesia atau kebangsaan.

"Nah ini menjadi tantangan tersendiri, bagaimana kita bicara Pancasila tidak hanya menjadi satu kata gitu ya, tetapi sebagai filosofi, sebagai sesuatu yang membuat bangsa Indonesia punya gambaran tentang dirinya dan dengan punya gambaran tentang dirinya kemudian dia bergerak, melakukan sesuatu untuk rasa kebangsaannya itu," katanya lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Luar Negeri
Trump Kunjungi Irlandia, Te...
Luar Negeri
Gaun Balas Dendam Putri Dia...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.