Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

16 Kali di Bekasi Sudah Sangat Kritis

📅 Selasa, 21 Feb 2023, 04:20 WIB | Oleh:
16 Kali di Bekasi Sudah Sangat Kritis Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan turut serta dalam kegiatan merawat sungai bersama River Healing Base (Rehab) Kali Cikarang dan pegiat komunitas lingkungan lain di Bendungan Prisdo Kali Cikarang, Kecamatan Cikarang Barat, pada Sabtu (18/2).

BEKASI - Pemerintah Kabupaten Bekasi mengajak segenap warga untuk mencintai dan melindungi sungai. Sebab dari 40 sungai, 16 di antaranya sudah sangat kritis. Mereka harus ikut serta merawat serta menjaga ekosistem di dalamnya agar tetap lestari. "Banyak yang bisa kita lakukan seperti membersihkan sampah atau menanam pohon. Agar bisa bermanfaat, perlu juga menabur benih ikan," kata Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan, di Cikarang, Senin (20/2).

Dani mengatakan ada 16 aliran sungai di Kabupaten Bekasi yang kondisinya kritis. Maka, sungai-sungai tersebut memerlukan kepedulian masyarakat untuk bersama-sama memulihkan agar kembali bersih dan asri. Jangan sampai sungai dibiarkan rusak, kotor, dan bau. Sungai harus dijaga agar tetap bersih.

"Dari 40 sungai yang melintasi Kabupaten Bekasi, 16 di antaranya sudah sangat kritis. Maka dari itu warga harus bersama-sama melakukan berbagai upaya agar sungai-sungai tetap bersih dan terjaga," katanya. Dani mengapresiasi sejumlah komunitas pencinta lingkungan yang selama ini tergerak tidak hanya sebatas penataran dan penyuluhan, melainkan juga melakukan tindakan nyata berupa aksi melindungi sungai. Mereka aktif menjaga dan melestarikan sungai-sungai.

Menurut Dani, gerakan seperti Rehab Kali Cikarang merupakan gagasan cemerlang. Hasil kolaborasi berbagai sisi kemanusiaan, ketulusan, dan kepedulian dalam merawat sungai harus terus disebarluaskan serta digaungkan. Jika setiap warga di sekitar sungai menjaga, kali bakal tetap terjaga.

Dani menilai tidak mungkin yang hobi mancing ingin sungainya kotor, tentu harus bersih dan biotanya masih hidup. Melalui komunitas, semua bisa dikolaborasikan. Ada hobi, kemanusiaan, ketulusan, dan kepedulian dalam merawat sungai. Rencana pembangunan sekolah sungai untuk mengedukasi anak-anak dan masyarakat agar mencintai, memahami, dan peduli sungai oleh komunitas pencinta sungai, dinilai sebagai sangat inovatif dalam menjaga kelestarian alam.

Dani berharap aksi nyata komunitas pencinta sungai mampu menggerakkan masyarakat lain akan pentingnya merawat dan melindungi aliran sungai. Dengan begitu, mereka juga terdorong untuk ikut serta merawat sungai. "Mudah-mudahan gerakan mereka menjadi bola salju dari kecil menggelinding akhirnya menjadi besar yang mampu menggerakkan kesadaran masyarakat untuk mencintai sungai," tandas Dani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.