Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Jepang Sedih, Empat Panda Harus Dikembalikan ke Tiongkok

📅 Senin, 20 Feb 2023, 09:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Jepang Sedih, Empat Panda Harus Dikembalikan ke Tiongkok Doc: VOA/AFP/Yuichi YAMAZAKI
Ket. Warga melihat panda raksasa betina Xiang Xiang menjelang kepulangannya ke Tiongkok, di Taman Zoologi Ueno di Tokyo pada 19 Februari 2023.

TOKYO - Ribuan penggemar panda di Jepang pada Minggu (19/2) mengucapkan selamat tinggal kepada empat panda tercinta yang akan dikembalikan ke Tiongkok pada minggu ini. Beberapa pengunjung bahkan sampai menitikkan air mata.

Pengunjung berbondong-bondong mengunjungi Kebun Binatang Ueno di Tokyo untuk melihat detik-detik terakhir Xiang Xiang berada di Jepang. Panda tersebut telah menjadi daya tarik bagi kebun binatang tersebut sejak kelahirannya pada 2017. Pengunjung juga mengunjungi sebuah taman di wilayah Wakayama barat untuk melihat tiga panda lainnya.

Di Tokyo, penampilan terakhir Xiang Xiang, bayi panda pertama di kebun binatang itu sejak 1988, dibatasi hanya untuk 2.600 pengunjung yang memenangkan tiket lotere. Namun beberapa penggemar yang tidak menang juga tetap datang.

Seorang pengunjung mengatakan kepada media lokal sambil menangis, bahwa dia ingin lebih dekat dengan panda berusia lima tahun itu.

"Segala sesuatu tentang dia menggemaskan, baik saat tidur atau bangun," katanya.

Kebun Binatang Ueno menerima telepon dan email setiap hari dari penggemar panda yang memintanya untuk menjaga Xiang Xiang, harianTokyo Shimbun melaporkan, mengutip seorang pejabat kebun binatang.

Panda awalnya akan dipulangkan ke Tiongkok pada 2021, tetapi keberangkatannya ditunda beberapa kali karena pembatasan perjalanan terkait pandemi.

Di Wakayama, pengunjung datang untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Eimei, yang menjadi ayah bayi panda tertua di dunia pada 2020 pada usia 28 tahun, setara dengan usia 80-an untuk manusia.

"Semuanya menggemaskan, saya hampir menangis," kata seorang perempuan berusia 70-an kepada penyiar publik NHK.

"Saya sedih mereka akan kembali ke Tiongkok."

Mamalia hitam dan putih itu sangat populer di seluruh dunia. Tiongkok meminjamkannya sebagai bagian dari program "diplomasi panda" untuk membina hubungan diplomatiknya.

Diperkirakan hanya ada 1.860 panda raksasa yang tersisa di alam liar, terutama di hutan bambu di pegunungan Tiongkok, menurut kelompok lingkungan WWF.

Selain itu, juga terdapat sekitar 600 panda di sejumlah pusat penangkaran, kebun binatang, dan taman margasatwa di seluruh dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.