Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perdagangan Satwa Ilegal Marak di Marketplace, Shopee Paling Banyak

📅 Senin, 20 Feb 2023, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Memanfaatkan Celah

Menurut Krismanko, demi memuluskan perdagangan, para pelaku menyamarkan satwa yang ditawarkan dengan kata sandi tertentu. Misalnya, 'A13' adalah kode untuk kakatua paruh bengkok. Ada juga 'gg' yang merupakan singkatan dari gading gajah. Ini acap terjadi di Facebook.

Sedangkan di platform lokapasar, penjualan dilakukan secara terang-terangan. Ini terjadi karena pengawasan dari pengelola lokapasar masih sangat lemah. Algoritma platform bahkan mendorong terpajangnya konten perdagangan satwa-satwa liar.

"Jadi kalau seseorang mau, dia hanya punya satu barang, hanya punya kakatua - dia bisa jual di satu dua platform tanpa ada hambatan," kata Krismanko.

Peminat dapat langsung memproses pesananannya, atau mengontak nomor WhatsApp yang biasanya tertera dalam konten tersebut. Pesanan dapat diproses jika peminat sudah mengirimkan uang ke rekening bersama.

Jika pembayaran terkonfirmasi, maka peminat dapat mengambil barangnya di tempat yang sudah ditentukan.

Maraknya perdagangan ini tak sebanding dengan pemberantasannya. Menurut Krismanko, satu hal yang menjadi penghalang adalah aparat hukum pada umumnya harus mencari keberadaan satwanya sebelum memulai penyidikan. Padahal, upaya mengiklankan konten-konten perdagangan satwa liar dilindungi sudah termasuk kejahatan, sehingga penegak hukum sudah bisa langsung memprosesnya.

"Ini menghabiskan energi sangat besar," tutur dia.

Kejahatan Terorganisasi

Kriminolog dari Universitas Indonesia, Kisnu Widagdo, menyatakan perdagangan satwa liar secara daring merupakan bagian dari rantai pasokan dari kejahatan yang terorganisasi. Pasalnya, berdasarkan data dari Kepolisian yang Kisnu dapatkan, kerugian negara akibat aktivitas ini sudah sangat besar: sekitar US$ 7,8-19 miliar (Rp 116-284 triliun) per tahun.. Nilai ini dianggap mustahil muncul apabila perdagangan dilakukan secara sporadis (tidak terorganisasi).

"Pelakunya bukan cuma pedagang burung di Pasar Pramuka atau pedagang kucing liar di Jatinegara. Enggak mungkin mereka ngirim cuma satu ekor. minimal setengah kontainer mereka kirim," kata Kisnu.

Jika ingin benar-benar memberantas perdagangan satwa liar (termasuk di ranah daring), Kisnu menyarankan pemerintah betul-betul memahami proses bisnis sektor ini. Siapa pedagang besar maupun pembelinya. Pemahaman yang benar diharapkan bisa membuat terang upaya penanganan yang harus dilakukan.

Moderasi Konten Tak Kalah Penting

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Kemenkes Perluas Cek Kesehatan Gratis

22 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenkes Perluas Cek Keseha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.