Menghidupkan Kembali Bahasa Latin yang Mati
📅 Senin, 20 Feb 2023, 06:40 WIB | Oleh: Haryo BronoBeberapa dekade kemudian, pada akhir tahun 1970-an, Pastor Reginald Foster mulai menawarkan kursus bahasa Latin gratis hampir setiap musim panas. Pendeta Katolik Amerika itu dikenal sebagian karena ludi domestici, atau "permainan untuk dimainkan di rumah," yang menggantikan pekerjaan rumah dengan latihan yang lebih menarik.
Paideia Institute didirikan oleh dua mahasiswa Foster, Jason Pedicone dan Eric Hewett, pada 2010 melanjutkan tradisi ini dengan memasukkan permainan "Quis sum?" ("Siapa aku?") ke dalam pelajarannya.
"Bagi sebagian besar ahli klasik yang dilatih di Amerika Serikat atau di Inggris Raya, bahasa Latin adalah bahasa yang dipelajari dan tidak diucapkan, bukan bahasa yang dapat digunakan seseorang untuk berkomunikasi, seperti bahasa Prancis atau Spanyol," kata Leah Whittington, seorang sarjana sastra di Universitas Harvard, seperti dikutip Smithsonian pada 2020.
"Tetapi bagi Reginald, bahasa Latin adalah bahasa fungsional sehari-hari yang digunakan bersama teman-temannya, gurunya, koleganya, dengan dirinya sendiri dan bahkan dalam mimpinya," imbuh dia dikutip dari laman Smithsonian. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!