Solusi Konkrit, Pilah Sampah untuk Diselesaikan di Pekarangan Sendiri
📅 Minggu, 19 Feb 2023, 17:40 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoBagong mengatakan beberapa sekolah sekitar TPST Bantargebang dan TPA Sumurbatu tidak membuang sampah ke sini. Mereka menyelesaikan secara internal. Ada sekolah yang punya tong pilah sampah, sampah organik dijadikan pupuk organik dengan komposter dan an-organik dikumpulkan, selanjutnya diberikan pada pemulung atau yang membutuhkan. Istilahnya sedekah sampah.
"Kita semua bisa melakukan, mulai dari yang kecil-kecil semampunya. Paling tidak sampah di rumah, sekolah menjadi tanggung jawab kita. Hal ini akan mengurangi beban, karena kondisi TPST/TPA semakin mengkhawatirkan, gunung-gunung sampah makin tinggi dan sebagian longsor. Ar lindi sebagian mencemari tanah, air permukaan dan dalam tanah. Gas-gas sampah dan udara kotor memperburuk kualitas lingkungan dan ancaman kesehatan. Pada musim kemarau rawan kebakaran," kata Bagong.
Sekarang ini yang diperlukan dari hasil diskusi informal dengan salah satu senior di KLHK adalah solusi. Setiap orang, lembaga memberi solusi konkrit. Artinya mengolah sampah berapa pun kadarnya. Meskipun hanya mampu mengolah sampah skala kecil itu lebih baik dari pada hanya bicara dan bicara penuh kritik.
Senior itu mencontohkan sampah di wilayahnya setingkat RW dapat ditangani sendiri selama beberapa tahun ini. Terutama sampah organik dijadikan kompos. Kebetulan ia sebagai ketua RW tersebut, di suatu desa di Kabupaten Bogor. Jika mau bisa dilakukan siapa saja. Syaratnya bekerja konkrit, sarana dan prasarana disediakan bersama atau dibantu pemerintah. Selakyaknya pemerintah setempat mendukung dan menyediakan infrastruktur, teknologi, perizinannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berilah peluang dan reward nyata bagi yang mau mengolah sampah. Janganlah diganggu dan ditakut-takuti karena vested interest tertentu. Pemerintah sangat terbantu dengan adanya partisipasi masyarakat dan swasta. Para pemimpin, tokoh di tingkat RT, RW, kelurahan/desa dapat menjadi penggerak pemberi solusi nomor satu. Dan, akan menjadi gerakan solusi olah sampah secara massif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!