Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Krisis Sekunder Pasca-Gempa Jadi Ancaman Baru bagi Warga Turki-Suriah

📅 Sabtu, 18 Feb 2023, 11:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Akses kemanusiaan ke barat laut Suriah tetap rumit. Hanya ada satu penyeberangan perbatasan bantuan, di Bab al-Hawa, di bawah pengawasan Dewan Keamanan PBB. Sebagai tanda sulitnya mengakses wilayah yang dikuasai oposisi di Suriah, hanya dua pengiriman bantuan yang berhasil lewat dari Turki dalam sepekan terakhir.

Ketua bantuan PBB Martin Griffiths mengakui lembaganya kewalahan untuk menjangkau orang-orang yang membutuhkan:


Sejauh ini kami telah mengecewakan orang-orang di Suriah barat laut. Mereka benar-benar merasa ditinggalkan. Mencari bantuan internasional yang belum sampai.

Selama akhir pekan, Amerika Serikat menyetujui pembebasan sanksi selama 180 hari untuk bantuan bencana ke Suriah. Keputusan ini membuka jalur alternatif untuk pengiriman bantuan ke daerah-daerah yang dikuasai oposisi.

Pemerintah Suriah menyerukan agar semua bantuan kemanusiaan dikirim melalui pemerintah. Namun seruan ini sarat masalah mengingat sejumlah kasus pengalihan bantuan selama dekade terakhir.

Jalan Panjang Menuju Pemulihan

Saat operasi penyelamatan berlangsung hingga minggu kedua, masyarakat sudah melihat ke arah pemulihan. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji untuk membangun kembali daerah terkena gempa bumi dalam waktu setahun. Masyarakat Suriah menghadapi tantangan tambahan untuk membangun kembali dari konflik.

Pelajaran dari bencana serupa mengajarkan kepada kita bahwa masyarakat yang terkena dampak baru saja memulai perjalanan panjang menuju pemulihan dan pembangunan kembali.

Seperti yang diperjelas oleh tantangan terus-menerus dari akses kemanusiaan, penting bagi organisasi lokal yang bekerja di Suriah barat laut untuk menjadi pusat respons. Bulan Sabit Merah Suriah, Pertahanan Sipil Suriah (White Helmet, Helm Putih) dan organisasi lokal lainnya telah berperan penting selama konflik dekade terakhir. Peran mereka tidak diragukan lagi akan penting dalam beberapa minggu dan bulan mendatang.

Gempa bumi baru-baru ini menawarkan kesempatan untuk menerobos penghalang politik yang menghambat pembangunan kembali di Suriah. Namun, kerentanan mendasar yang memperparah bencana ini tidak akan terselesaikan dengan cepat. Ini sangat tertanam dalam sistem sosial dan politik di Suriah dan Turki.

Apa yang Dapat Anda Lakukan untuk Membantu?

Mungkin tergoda untuk menyumbangkan barang, tapi pertimbangkan memberikan uang untuk mendukung upaya kemanusiaan, alih-alih mengirimkan barang fisik. Uang tunai memungkinkan organisasi kemanusiaan untuk beradaptasi dengan kebutuhan yang berubah dengan cepat, sekaligus memberikan keleluasaan kepada rumah tangga untuk memutuskan prioritas mereka sendiri.

Dana Kemanusiaan Lintas Batas Suriah (Syria Cross-Border Humanitarian Fund) memungkinkan mitra kemanusiaan, khususnya organisasi Suriah di lapangan, untuk mengakses beberapa daerah yang paling sulit dijangkau akibat terkena bencana ini.The Conversation

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.