Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kiriman Sampah Tangsel ke Kota Serang Berlanjut setelah Penuhi Syarat Warga

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 15:50 WIB | Oleh:
Kiriman Sampah Tangsel ke Kota Serang Berlanjut setelah Penuhi Syarat Warga Doc: ANTARA/Desi Purnama Sari
Ket. Suasana TPSA Cilowong, di Kota Serang, Banten, Jumat (23/1).

SERANG --Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Banten, memastikan kerja sama pengiriman sampah dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke TPSA Cilowong tetap berlanjut setelah pemerintah daerah menyepakati sejumlah persyaratan dan aspirasi yang diajukan warga sekitar.  

Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi, di Serang, Jumat, menegaskan bahwa jeda operasional yang sempat terjadi sebelumnya bukan disebabkan oleh penolakan warga, melainkan tahap evaluasi teknis.

"Bukan dihentikan sementara, tapi evaluasi selama satu hingga dua hari saja. Saat ini aktivitas pengiriman sudah kembali berjalan normal hampir dua pekan terakhir," ujar Farach. 

Farach menjelaskan bahwa aspirasi masyarakat, seperti permintaan bantuan ambulans, telah ditindaklanjuti. Ia menekankan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah pusat serta skema retribusi daerah. 

Secara teknis, DLH telah mengatur jadwal pengangkutan untuk menghindari penumpukan. Sampah dari Tangsel dikirim pada malam hari, sedangkan sampah dari Kabupaten Serang dijadwalkan masuk pada pagi hari. 

Sementara itu, Ketua Paguyuban Masyarakat Jakung Bersatu, Ansori, menyatakan bahwa warga Kecamatan Taktakan, khususnya di jalur lintasan truk, menyetujui kelanjutan pengiriman sampah dengan catatan khusus yang tertuang dalam berita acara di tingkat kelurahan hingga kecamatan. 

"Masyarakat menyetujui pengiriman sampah, tapi dengan banyak catatan. Poin-poin tersebut menjadi pedoman yang harus dipenuhi pemerintah," kata Ansori. 

Ansori merinci sejumlah tuntutan warga, antara lain bantuan armada ambulans, kompensasi dampak negatif, serta perbaikan sarana pengangkutan. Selain itu, warga meminta dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Kabupaten Serang sebesar Rp250 juta, dan dari Tangsel sebesar Rp1 miliar untuk pembangunan masjid dan musala. 

Warga juga mendesak pemenuhan rekomendasi DPRD terkait kelayakan armada, seperti penggunaan truk baru, ketersediaan penampung air lindi, dan penggunaan terpal yang layak.

"Selama poin tuntutan dipenuhi sesuai kesepakatan, warga tidak mempermasalahkan. Namun jika tidak, pengiriman seharusnya dihentikan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.