Krisis Sekunder Pasca-Gempa Jadi Ancaman Baru bagi Warga Turki-Suriah
📅 Sabtu, 18 Feb 2023, 11:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/Petros Giannakouris/AP/AAP
Aaron Opdyke, University of Sydney
Korban tewas akibat gempa bumi Turki dan Suriah terus meningkat, dengan lebih dari 37.000 nyawa hilang. Jumlah yang mengejutkan ini kemungkinan akan bertambah lebih tinggi dalam beberapa hari mendatang karena puing-puing dibersihkan. Bencana tersebut sekarang termasuk dalam lima besar gempa bumi paling mematikan secara global dalam dua dekade terakhir.
Sebagian besar fokus berpusat pada hilangnya nyawa yang sangat besar segera setelah gempa bumi. Tapi banyak nyawa masih akan terancam pada bulan-bulan mendatang. Meski sulit dilacak, kita mengetahui dari kasus lain bahwa jumlah korban tewas meningkat karena kurangnya perawatan medis yang memadai, air bersih, dan tempat berlindung setelah bencana.
Krisis sekunder ini juga bisa berdampak parah, seperti yang ditunjukkan oleh bencana masa lalu di seluruh dunia.
Jumlah Kematian Bisa Melonjak Setalah Bencana Terjadi
Sebaiknya Anda baca juga:
Di Puerto Rico setelah Badai Maria pada 2017, jumlah korban jiwa sesaat setelah badai dari 64 kematian bertambah menjadi hampir 3.000 dalam enam bulan berikutnya. Peningkatan tragis ini terjadi karena memburuknya kondisi kesehatan yang didorong oleh hilangnya infrastruktur dan layanan dasar.
Di Suriah barat laut, konflik yang berlangsung lebih dari satu dekade telah menyebabkan infrastruktur compang-camping. Perkiraan Bank Dunia pada 2017 bahwa lebih dari sepertiga stok perumahan Suriah telah rusak atau hancur akibat konflik.
Sebagai suatu tanda kondisi genting bangunan sebelum gempa bumi, sebuah bangunan lima lantai runtuh bulan lalu, menewaskan 16 orang. Banyak bangunan yang rusak akibat ledakan menambah risiko kecelakaan karena gempa membuat bangunan tersebut semakin tidak stabil.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gempa bumi ini juga datang di tengah wabah kolera. Penyakit itu sudah menyerang beberapa bagian Suriah, tapi hanya mendapat sedikit perhatian.
Setelah gempa bumi Haiti 2010, wabah kolera yang dibawa oleh pekerja kemanusiaan membutuhkan waktu hampir satu dekade untuk diberantas. Ada lebih dari 820.000 kasus dan hampir 10.000 nyawa hilang.
Gempa minggu lalu juga terjadi di tengah musim dingin. Banyak keluarga pengungsi yang menggigil kedinginan setelah kehilangan rumah mereka. Suhu di Kahramanmara? - pusat gempa gempa bermagnitudo 7,8 - dan di seluruh wilayah yang terkena dampak gempa turun ke -5°C pada malam hari.
Mendirikan tempat berlindung yang memadai untuk melindungi orang dari hawa dingin harus menjadi fokus utama dari respons kemanusiaan yang sedang berlangsung.
Warga Suriah Mengandalkan Bantuan
Situasi di Suriah sudah mengerikan sebelum gempa. Di barat laut Suriah, 90% dari 4,6 juta orang yang tinggal di sana sudah mengandalkan bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!