Tanpa Persaingan yang Sehat, Demokrasi Ekonomi Sulit Diraih
📅 Jumat, 17 Feb 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Kebijakan ekonomi yang dibuat harus mampu meningkatkan insentif perusahaan untuk mengurangi biaya, transparansi dalam harga antarpesaing, memfasilitasi konsumen untuk kritis, memudahkan perusahaan untuk masuk dan keluar pasar dan meningkatkan keinginan perusahaan untuk berinovasi," kata Afif.
Dekat Kekuasaan
Peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (Pustek) UGM, Hempri Suyatna, yang diminta pendapatnya mengatakan gagasan ekosistem usaha berkeadilan sudah digagas di era Soekarno-Hatta, namun belum menjadi kebijakan pokok pemerintahan. Sampai saat ini, ekonomi nasional masih berpihak pada pengusaha yang dekat dengan kekuasaan.
"Hampir di semua segmen usaha ekosistem usaha yang berkeadilan belum hadir. Di sektor pertanian, lahan pertanian mulai digusur dan dikonversi sebagai lahan properti, padahal lebih dari 50 persen pekerja bergantung pada sektor pertanian dan turunannya," kata Hempri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Manajer Riset Seknas Fitra, Badiul Hadi, menegaskan ekosistem usaha yang berkeadilan harus diawasi terutama di era digital. Kehadiran pemerintah guna memastikan persaingan usaha berjalan dengan baik dan tidak ada monopoli.
Agar efektif, dia menyarankan agar peran KPPU diperkuat dengan diberi kewenangan bisa menindak pelaku persaingan tidak sehat, bukan sekadar menjatuhkan sanksi administratif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!