Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Presiden Jokowi Minta Industri Otomotif Lebih Berorientasi Ekspor

📅 Jumat, 17 Feb 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Presiden Jokowi Minta Industri Otomotif Lebih Berorientasi Ekspor Doc: BMPI SETPRES/MUCHLIS JR
Ket. PRESIDEN JOKOWI MELIHAT BAGIAN RUANG KEMUDI MOBIL LISTRIK ESEMKA I Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat bagian ruang kemudi mobil listrik Esemka Bima EV dalam pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (16/2). IIMS 2023 yang bertemakan “Bringing Opportunity for Otomotive Society Together” tersebut akan berlangsung hingga 26 Februari mendatang yang diikuti sekitar 40 merek otomotif dengan menampilkan produk dan konsep terbaru.

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta industri otomotif nasional untuk lebih berorientasi ekspor guna mengurangi kemacetan di berbagai daerah. Ekspor kendaraan bermotor Indonesia masih kalah dengan Thailand sehingga terus didorong agar ekspor ditingkatkan.

"Supaya tidak macet saya mengajak seluruh industri otomotif untuk lebih berorientasi pada ekspor," kata Presiden Jokowi dalam sambutannya saat membuka Pameran Otomotif Indonesia International Motor Show Tahun 2023 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (16/2).

Seperti dikutip dari Antara, Presiden Jokowi mengatakan memang peningkatannya sudah cukup tajam dari 2021 ke 2022 dari 300.000 sudah naik ke hampir 600.000. Untuk itu, Presiden Jokowi mengucapkan terima kasih kepada industri otomotif yang sudah meningkatkan ekspor.

Presiden Jokowi pada kesempatan itu mencermati kemacetan di berbagai daerah yang sejalan dengan adanya peningkatan penjualan kendaraan bermotor.

"Penjualan mobil tahun 2022 tercatat 1.048.000 unit dan juga sepeda motor mengalami pertumbuhan 3,3 persen, meningkat di angka 5.221.000 unit di tahun 2022. Akibatnya, kita sekarang macet di mana-mana," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan kemacetan tidak hanya terjadi di Jakarta, namun juga di berbagai daerah yang dikunjunginya. "Di Jakarta macet, seperti saya pergi ke Surabaya macet, ke Bandung macet, terakhir ke Medan macet. Karena memang (penjualan) mencapai angka sangat besar sekali," ujar Jokowi.

Industri otomotif nasional memiliki prospek yang sangat cerah karena setiap tahun tumbuh sangat signifikan. Namun, dia meminta para pelaku industri otomotif agar mulai meningkatkan orientasi ekspor.

Kendaraan Listrik

Presiden Jokowi mengajak industri otomotif nasional untuk mulai menggeser industrinya ke kendaraan listrik yang diyakini akan menjadi tren dunia ke depan.

"Sedikit demi sedikit untuk menggeser industrinya ke arah tren yang hampir semua negara sekarang ini ke arah itu. Dari combustion bergeser sedikit-sedikit ke mobil listrik," ujar Presiden Jokowi.

Presiden menyampaikan pemerintah saat ini terus mendorong agar ekosistem mobil listrik dari hulu sampai ke hilir dapat segera dimiliki oleh Indonesia agar Indonesia dapat masuk ke dalam rantai pasok global.

"Jadi, investor sekarang kalau dia ingin membuat katoda atau prekursor kita bilang stop dulu harus masuk ke EV battery sehingga kita bisa mendapatkan nilai tambah yang lebih dari industri yang kita miliki," kata Presiden.

Sementara itu, terkait insentif kendaraan listrik yang akan diberikan pemerintah, Presiden Jokowi mengatakan saat ini Kementerian Keuangan masih melakukan kalkulasi. Presiden juga menekankan bahwa kendaraan sepeda motor yang akan didahulukan oleh pemerintah untuk diberikan insentif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Tiongkok Luncurkan Satelit ...
Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.