Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gara-gara 'Balon Mata-mata', Upaya Pemulihan Hubungan AS-Tiongkok Terhambat

📅 Kamis, 16 Feb 2023, 08:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gara-gara 'Balon Mata-mata', Upaya Pemulihan Hubungan AS-Tiongkok Terhambat Doc: ANTARA/REUTERS/Kevin Lamarque
Ket. Presiden AS Joe Biden (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di sela-sela KTT G20 di Bali, Indonesia, (14/11/2022).

BEIJING - Pertemuan Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di sela-sela KTT G20 di Bali tahun lalu yang mengupayakan pemulihan hubungan bilateral, terhambat oleh insiden "balon mata-mata".

"Apa yang dilakukan AS berdampak besar pada upaya dan kemajuan yang dibuat oleh Tiongkok dan AS dalam menstabilkan hubungan bilateral sejak pertemuan para pemimpin di Bali," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok (MFA) Wang Wenbin di Beijing, Rabu (15/2).

Pihaknya juga menentang sanksi yang dijatuhkan AS terhadap sejumlah perusahaan Tiongkok terkait pesawat sipil nirawak yang disebut-sebut sebagai "balon mata-mata" itu.

"Tiongkok sangat menentang hal itu dan akan mengambil tindakan balasan terhadap entitas AS sesuai dengan undang-undang karena telah merusak kedaulatan dan keamanan Tiongkok," ujarnya dalam pengarahan pers reguler.

Wang menyatakan bahwa masuknya pesawat sipil Tiongkok tak berawak ke wilayah udara AS itu murni merupakan peristiwa yang tidak disengaja, tidak diduga, dan disebabkan oleh force majeure.

Tiongkok telah berulang kali mengomunikasikan hal itu kepada pihak AS. Tiongkok mengecam reaksi AS yang berlebihan dengan menembak jatuh balon udara tersebut sehingga meningkatkan ketegangan kedua negara ekonomi terbesar di dunia itu.

"AS juga menjadikan insiden itu sebagai alasan untuk menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan dan institusi Tiongkok ," ucapnya menyayangkan.

Ia bahkan menuding AS sejak Mei tahun lalu meluncurkan sedikitnya sepuluh kali balon yang mampu terbang tinggi di wilayah udara Tiongkok , termasuk di atas Xinjiang dan Tibet, tanpa persetujuan pihak terkait di Tiongkok.

"Tiongkok telah mengatasi penerbangan balon ilegal AS melintasi wilayah udara kami secara profesional. Sebaliknya, AS bereaksi berlebihan terhadap masuknya pesawat sipil Tiongkok yang tidak disengaja ke wilayah udaranya yang disebabkan oleh force majeure," ujar Wang.

Oleh sebab itu, Beijing mendesak AS memberikan penjelasan kepada Tiongkok dan komunitas internasional, berhenti mencoreng dan menyerang Tiongkok serta tidak lagi menyesatkan pandangan publik AS dan komunitas internasional.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken membatalkan kunjungannya ke Beijing pada Jumat (3/2) terkait insiden balon mata-mata Tiongkok di wilayah udara AS. Kunjungan Blinken tersebut untuk menindaklanjuti pertemuan Xi-Biden di Bali pada 15 November 2022.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.