Suriah yang Merasa Ditinggalkan Dunia
📅 Selasa, 14 Feb 2023, 20:26 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SKekurangan bantuan diperparah oleh permusuhan dengan pemerintah al-Assad di Damaskus. Assad telah berusaha untuk mengontrol ketat semua aliran bantuan ke wilayah yang dikuasai oposisi. Sementara oposisi yang mengontrol wilayah tersebut menolak untuk menerima bantuan yang datang melalui pihak pemerintah, yang disalahkan atas krisis kemanusiaan yang berkepanjangan.
Obeid mengenang saat dia dan penyelamat lainnya sedang mengemudi melalui al-Atarib ketika mereka dipanggil oleh seorang pria yang berlari ke arah mereka sambil menangis, mengatakan bahwa keluarganya terjebak di bawah reruntuhan. Ketika Obeid tiba di lokasi, bangunan empat lantai itu telah menjadi satu. Dia ikut menangis karena tidak yakin apakah tim penyelamat akan dapat menyelamatkan mereka. Tetapi operasi itu sukses.
White Helmets mengatakan janji bantuan awal dari negara-negara Barat dan Teluk tidak terwujud.
"Kami menyerukan dengan suara paling keras: Semua area ini membutuhkan peralatan penyelamat," kata Wakil Kepala White Helmets, Muneer Mustafa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia berbicara dari ruang operasi sambil menunjuk ke papan dengan nama-nama kota yang terkena dampak dan jumlah tim penyelamat yang dikirim.
"Kami tidak bisa mencapai 60 persen dari tempat-tempat itu," katanya.
Pada hari ketiga setelah gempa, tim medis dan penyelamat beranggotakan 20 orang tiba dari Mesir, tetapi pekerja bantuan tidak membawa peralatan atau perlengkapan. Tim penyelamat Spanyol yang terdiri dari empat orang tiba pada hari keempat, tetapi juga kekurangan peralatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami lebih membutuhkan peralatan daripada orang. Kami sudah memiliki orang," ungkapnya.
Assad menyetujui pembukaan perbatasan untuk bantuan
Dalam perkambangan terbaru, Presiden Suriah, Bashar al-Assad, telah menyetujui pembukaan dua penyeberangan perbatasan tambahan dari Turki ke wilayah yang dikuasai oposisi di barat laut Suriah untuk memungkinkan PBB mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada jutaan korban gempa.
Keputusan tersebut adalah pertama kalinya Presiden Bashar al-Assad menyetujui pengiriman bantuan kemanusiaan lintas batas ke wilayah yang dikuasai oposisi sejak perang saudara dimulai pada tahun 2011.
Para pejabat PBB dan Suriah, Senin, mengatakan, bantuan akan mengalir selama tiga bulan, adalah pertama kalinya al-Assad bekerja sama dalam membuka wilayah yang dikuasai oposisi untuk bantuan semacam itu sejak perang saudara Suriah dimulai
"Membuka titik-titik persimpangan ini bersama dengan memfasilitasi akses kemanusiaan, mempercepat persetujuan visa dan memudahkan perjalanan antar hub akan memungkinkan lebih banyak bantuan masuk, lebih cepat," kata Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres dalam sebuah pernyataan menyambut keputusan Assad.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!