Suriah yang Merasa Ditinggalkan Dunia
📅 Selasa, 14 Feb 2023, 20:26 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SDuta Besar Suriah untuk PBB, Bassam al-Sabbagh, mengkonfirmasi perjanjian tersebut. "Suriah mendukung masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut melalui semua titik lintas yang memungkinkan, dari dalam Suriah atau melintasi perbatasan untuk jangka waktu tiga bulan," ungkapnya.
Sebelumnya, hanya satu penyeberangan bantuan yang disetujui PBB yang beroperasi antara Turki dan daerah yang dikuasai oposisi di Suriah, di Bab al-Hawa, dan itu telah dilakukan selama bertahun-tahun atas arahan Dewan Keamanan PBB dan atas keberatan al-Assad. Sementara bantuan kemanusiaan mengalir ke Turki yang dilanda gempa, bantuan semacam itu hanya mengalir ke daerah-daerah yang dikuasai oposisi di Suriah karena perpecahan politik setelah bertahun-tahun perang saudara.
Penyeberangan di Bab al-Hawa telah menjadi garis hidup bagi wilayah yang dikuasai oposisi, tetapi pejabat PBB telah memperingatkan selama seminggu terakhir bahwa itu tidak cukup untuk bantuan gempa yang dibutuhkan di sana. Membuka lebih banyak penyeberangan tanpa persetujuan Suriah akan membutuhkan tindakan baru Dewan Keamanan, tetapi prospeknya tidak pasti, karena Rusia, sekutu al-Assad, memegang hak veto di Dewan.
Badan-badan bantuan mengatakan bahwa gempa berkekuatan 7,8 minggu lalu, dan ratusan gempa susulan, menyebabkan jutaan orang di Suriah dan Turki tanpa tempat berlindung terputus dari pasokan makanan dan bahan bakar. Korban tewas yang dilaporkan di kedua negara telah melampaui 35.000.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!